Penduduk Kaltim Menurut Jenis Pekerjaan Ternyata 3.536.920

oleh
Helda Arsyad

SAMARINDA, beritakaltim.co- Saat ini perempuan bekerja hampir di semua bidang pembangunan. Sesuai kodratnya, perempuan mengalami menstruasi, kehamilan, melahirkan dan menyusui. Oleh sebab itu, perempuan pekerja memerlukan pemeliharaan dan perlindungan hak yang baik.

Kepala Dinas Kependudukan Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad, pada kegiatan Penyusunan Profil Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan di Provinsi Kaltim yang berlangsung di Hotel Aston & Convention Center Samarinda, Kamis (15/11/2018) lalu, menyampaikan pentingnya perlindungan hak bagi perempuan.

“Mengapa perlu ? Karena untuk meningkatkan produktivitas kerja perempuan serta melindungi haknya. Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Swasta wajib membuat kebijakan operasional dan kebijakan daerah yang mendukung keberhasilan peningkatan produktivitas kerja. Selain itu, penyediaan sarana kerja yang responsif gender dan peduli anak harus didukung semua pihak terkait, baik pemerintah, pengusaha maupun pekerja sendiri,” ujarnya.

Permasalahan dalam ketenagakerjaan acapkali menjadi momok khususnya bagi perempuan antara lain, pertumbuhan penduduk tidak sebanding dengan pertumbuhan lapangan kerja, peran dan partisipasi perempuan dalam ketenagakerjaan masih rendah, masih adanya diskriminasi dalam ketenagakerjaan, mulai dari penerimaan, saat kerja, dan purna kerja, lemahnya pengawasan dalam hubungan kerja, masih sering terjadi pelanggaran terhadap hak pekerja, terutama perempuan. minimnya ketersediaan data pelanggaran hak pekerja, dan belum adanya Perpu yang melindungi pekerja informal.

Di Kaltim, terang Halda, jumlah angkatan kerja dari tahun ke tahun selalu meningkat. Persoalan yang terjadi, adanya ketimpangan antara tingkat partisipasi kerja (TPAK) perempuan & laki-laki. “Data BPS Kaltim tahun 2013 menunjukkan, TPAK perempuan Kaltim sebesar 39,84 % dan TPAK laki-laki Kaltim 84,53 %,” ujarnya.

Sementara itu, menurut data agregat kependudukan Kaltim semester 1 tahun 2018 menunjukkan, terdapat 88 jenis pekerjaan. “Untuk laki-laki berjumlah 1.327.469, dan belum bekerja berjumlah 516.354. Sedangkan untuk perempuan berjumlah 1.251.021, dan belum bekerja berjumlah 442.076, sehingga jumlah penduduk menurut jenis pekerjaan sebanyak 3.536.920” katanya.

Halda berharap, sosialisasi dan advokasi tentang pentingnya pemenuhan hak perempuan dalam ketenagakerjaan dapat dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Selain itu, Penyusunan Profil Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan di Kaltim dapat menjadi acuan peningkatkan pemberdayaan, perlindungan dan pemenuhan hak perempuan. (DKP3AKaltim/rdg)