Gulat, Samarinda tak Terkalahkan

oleh
SALING BANTING: Atlet gulat Kutim (biru) saat berhadapan dengan atlet asal Paser. Foto: Irfan/humas

SANGATTA, beritakaltim.co- Tidak bisa dipungkiri Samarinda menjadi gudang pegulat handal pasalnya dalam Porprov VI/Kaltim 2018 di Kutai Timur (Kutim), atlet Kota Tepian mendominasi.

Pada Sabtu (1/12), turnamen tersebut selesai. Samarinda sukses merengkuh 15 emas, 9 perak, dan 3 perunggu. Dibuntuti Kutim selaku tuan rumah dengan 7 emas, 9 perak, dan 7 perunggu. Di posisi ketiga bertengger kontingen Kutai Kartanegara lewat 6 emas, 8 perak, dan 14 perunggu.

Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Samarinda Syaharie Jaang mengaku bersyukur atas raihan tersebut. Itu sinyal pembuktian bahwa Kota Tepian masih menjadi barometer gulat di Kaltim.

“Alhamdulillah target tercapai untuk meraih 15 emas. Kami berterima kasih kepada pelatih, manajer, dan ofisial teknik karena sudah bekerja keras,” tuturnya.

Disinggung soal bonus atlet Samarinda, pria yang juga wali kota di ibu kota Kaltim itu menyebut telah berhitung. Dia menegaskan untuk medali emas yang diraih kontingen Samarinda bakal diganjar Rp 40 juta. Sementara perak Rp 20 juta dan perunggu Rp 10 juta.

“Mudah-mudahan nilai ini bisa jadi motivasi untuk seluruh kontingen Samarinda di Porprov” harapnya.

Dia menegaskan, target Kota Tepian pada ajang sarat gengsi itu adalah menjasi juara umum. Mengulang sukses yang pernah dimiliki pada Porprov V di Samarinda 2014 lalu.

“Hasil dari klasemen sementara perolehan medali, kami sudah berada di posisi paling atas. Semoga terus konsisten dan dapat mempertahankan gelar juara umum,” ungkapnya.

Di sisi lain Bupati Kutim Ismunandar juga mengucap syukur. Sebab, atlet andalannya berhasil menempati posisi dua di kelasemen medali gulat. Ya, dengan 7 emas mereka berhasil menjadi Runner Up.

“Lawan terberat memang kontingen Samarinda. Saya harap di cabor lain kontingen Kutim lebih maksimal dan mampu menjadi yang terbaik,” pungkasny. (hms13)