Balikpapan-Penajam Bakal Dihubungkan Tol di Atas Laut

oleh -313 views
Foto ilustrasi tol di atas laut.

BALIKPAPAN, beritakaltim.co- Pembangunan jembatan Balikpapan-Penajam segera direalisasikan. PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road menyebutnya sebagai tol atas laut di Kalimantan.

Panjang tol di atas laut itu sekitar 6 Kilometer. Tepatnya dibangun di Teluk Balikpapan yang membelah kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Berdasarkan hitung-hitungan sementara, pembangunannya bakal menelan biaya Rp 10 triliun lebih.

Menurut Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto, waktu pengerjaannya kira-kira memakan waktu 3,5 tahun sejak proses pembangunan dimulai nanti. Dia memperkirakan pembangunan bisa dimulai medio tahun ini.

Hal itu disampaikan Dirut Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra saat ditemui dalam kunjungan kerja bersama Menteri BUMN Rini Soemarno di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/1/2019).

Kepada Wartawan yang menghubunginya pekan ini, Herwidiakto mengatakan, pembangunan tol di atas laut menggunakan model struktur cable stayed bridge, yaitu struktur jembatan yang menggunakan sistem kabel. Kabel tersebut ditarik dari struktur jalur jalan ke tower tunggal untuk diikat dan ditegangkan.

Konstruksinya juga menggunakan sistem balanced cantilever. Dengan sistem itu, gelagar jembatan dapat dibangun tanpa adanya kontak dengan tanah sehingga memungkinkan dibangun di atas air.

“Metodenya cable stayed jembatannya, pendekatnya mungkin pakai balanced cantilever,” sebutnya.

Lanjut dia, kesulitan dalam pembangunan tol atas laut tersebut adalah adanya palung laut sedalam 30 meter di Teluk Balikpapan.

“Perlu fondasi yang cukup dalam, karena di situ ada Palung Teluk Balikpapan dalamnya 30 meter kalau nggak salah. Nah kita harus di pinggir pinggirnya itu,” jelasnya.

Dia menjelaskan, panjang cable stayed tersebut mencapai 500 meter. Sementara tinggi jalan tol dengan permukaan air mencapai 60 meter. Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan agar kapal besar masih bisa melintas.

“Jadi di cable stayed-nya saja agak cukup karena bentangnya yang panjang jadi bebannya kan cukup berat. Jadi fondasinya harus kuat, harus dalam,” tambahnya

Status perencanaan proyek pertama di Kalimantan Timur itu saat ini tahap pra feasibility study (pra studi kelayakan). Setelah itu masuk proses berikutnya di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR.

“(Pra feasibility study) sudah. Lagi urus DPU (Dinas Pekerjaan Umum), mungkin sebentar lagi pengadaan dari dari BPJT,” sebutnya. #