BeritaKaltim.Co

Bau Amonia Yang Merasahkan Masyarakat, DLH : Tidak Ada Pencemaran Udara

BONTANG, Beritakaltim.co -– Menindak lanjuti laporan masyarakat terkait bau amonia yang meresahkan msayarakat, DPRD Bontang menggelar rapat dengar pendapat dengan mengundang PT. Pupuk Kalimantan Timur, LSM Kaltim Hijau, Dinas Lingkungan Hidup, Lurah Guntung, dan Lurah Loktuan. Kegiatan di selenggarakan di Ruang Rapat Sekertariat DPRD Bontang, Selasa, (19/2/2019).

Menanggapi hal tersebut Superintendent Hubungan Eksternal Departemen Humas Pupuk Kaltim, Ramli mengatakan, dalam dua minggu ke belakang Pupuk Kaltim memang sedang melakukan beberapa kegiatan yaitu, Turn Around (TA) Kaltim 5, Pembersihan storage dan perbaikan-perbaikan lainnya.

“Kegiatan yang kami lakukan belum tentu penyebab utama bau amonia yang meresahkan warga, tapi semua memang berpotensi sebagai sumber bau,” ujarnya.

Kata dia, banyak perusahaan yang beroprasi Selain Pupuk Kaltim seperti Join Venture Company (JVC) yang juga menggunakan bahan baku amonia. Sehingga, perlu dilakukan pengecekan kembali terlebih dahulu.

“Secara iternal kami sudah lakukan koordinasi untuk seluruh pabrik melakukan pengecekan untuk meyakinkan apakah tidak ada kerusakan ataupun kebocoran terjadi,” jelasnya.

Sementara Kasi Pengendalian Penecemaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, Hikamtul Meida mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan kwalitas lingkungan yang meliputi pemantauan kwalitas air, kwalitas udara dan kwalitas limbah.

“Kami juga telah melakukan pemantauan di wilayah buffer zone Pupuk Kaltim, namun, tidak ada pencemaran ambien udara karena dengan menggunakan alat odalog logger baku mutu udara masih di bawah 1 PPM,” ungkapnya.

Kata dia, setiap perusahaan memiliki kewajiban untuk melaporkan pemantauan kwalitas udara yang ada di pabrik dan daerah sekitarnya kepada DLH setiap 3 bulan sekali.

“Terakhir kami baca laporannya, semua konsentrasi amonianya di bawah 2 PPM,” jelasnya.

Setelah mendengarkan pendapat dari beberapa pihak yang diundang, Ketua Komisi Ill DPRD Bontang, Rustam menutup rapat dengan memberikan beberapa rekomendasi yaitu pengecekan kepada seluruh JVC yang ada di Bontang, meminta DLH untuk mengajak pihak LSM, Perusahaan, dan pemerintah untuk melakukan pengecekan baku mutu udara di daerah yang terpapar bau Amonia tersebut.

“Itu saja rekomendasi yang dapat saya sampaikan, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir. Seluruh masyarakat memiliki hak untuk hidup dan menghirup udara yang layak untuk kelanjutan kehidupan kita bersama,”pungkasnya.Adv. RDY.

Comments are closed.