Penyerobotan Tanah di Ringroad Samarinda, Terdakwa Achmad AR Punya KTP Ganda

oleh
Suasana persidangan terdakwa penyerobotan tanah di kawasan Ringroad Samarinda, Achmad AR.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Satu persatu aksi kotor terdakwa Achmad AR dalam kasus penyerobotan tanah milik Setiawan Halim di kawasan Ringroad Samarinda terungkap dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Samarinda, Rabu (6/3/19) sore.

Pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Yoes Hartyarso didampingi hakim anggota Joni Kondolele dan Edi Toto Purba, kali ini JPU Dwinanto Agung Wibowo SH menghadirkan 3 orang saksi yakni, Marisca Valencia selaku penjual tanah ke Setiawan Halim, Yuyun Puspitaningrum mantan Sekretaris Camat dan Achmad Gazali mantan Ketua RT 028 Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu.

Ketiga saksi ini dihadirkan JPU Dwinanto untuk didengar keterangannya terkait asal usul tanah Setiawan Halim yang telah bersertifikat dari BPN (Badan Pertanahan Nasional), namun seperti dalam surat dakwaan, diserobot Achmad AR AMJ bin Musa dengan bermodal Surat Pernyataan Penguasaan Tanah (SPPT) yang diduga palsu.

Saksi Marisca selaku penjual tanah kepada Setiawan Halim ketika ditanya JPU mengaku tak mengenal terdakwa Achmad AR.

Dihadapan Majelis hakim dan JPU, Saksi pemilik tanah awal ini menerangkan bahwa tanah bersertifikat dengan nomor 4138, tanggal 15 Februari 1996, seluas kurang lebih 17.340 m2 terletak di Jalan Ring Road III RT 028, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, sudah dijual kepada Setiawan Halim dengan akta jual beli tanah nomor 22/2016 melalui Notaris Selvy Agustin tanggal 24 Maret 2016.

Kemudian setelah tanah milik suaminya itu dijual, dilakukan balik nama tanggal 5 Maret 2016 atas nama Setiawan Halim selaku pemegang hak sah atas tanah tersebut.

“Tanah itu sudah dijual suami saya kepada Setiawan Halim dan tidak pernah ada masalah,” sebut Marisca menerangkan kepada JPU dan Majelis hakim.

Sementara itu, saksi Yuyun, mantan Sekretaris Camat Samarinda Ulu, menjawab pertanyaan JPU terkait proses penerbitan SPPT atas nama terdakwa Achmad AR. Saksi Yuyun mengaku tak mengetahui persis soal penerbitan SPPT milik Achmad AR lantaran tidak dilibatkan.

Saksi lainnya Achmad Gazali, mantan Ketua RT 028, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu. Dalam kesaksiannya dia mengatakan bahwa pemohon SPPT atas nama Achmad AR diajukan oleh oknum Kecamatan bernama Edmon dan Alfin.

“Waktu itu mereka datang ke rumah malam hari, dan saya bilang ketemu di Kelurahan saja,” terang Achmad Gazali.
Usai pertemuan pertama, Saksi mengaku pertemuan selanjutnya di Kelurahan bersama Edmon dan Alfin dihadapan Lurah Teguh.

Dari pertemuan berkali-kali itu, saksi mengaku pihak Kelurahan dan Kecamatan meyakinkan kalau permohonan SPPT yang diajukan atas nama Achmad AR sudah melalui prosedur yang benar.

Saksi pun kemudian meyakini permohonan yang diajukan Edmon dan Alfin ini tak bermasalah, karena menurutnya sudah ada surat pernyataan tidak sengketa dan para saksi-saksi sehingga ia berani menandatangani permohonan tersebut.

“Saudara saksi, apakah saksi melihat langsung identitas atau KTP terdakwa,” tanya JPU Dwinanto.

“Iya pak, saya lihat, tapi hanya fotokopi KTP yang beralamat di jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang,” jawabnya.

Saksi juga tak mengetahui kalau KTP atas nama Achmad AR dengan nomor NIK 64720860304630001 ternyata berada dalam RT 062, bukan RT 028 sebagaimana obyek tanah yang dimohonkan terdakwa.

Mantan Ketua RT 028 yang menjabat sejak tahun 2012 hingga 2017 ini kemudian tak bisa menjawab ketika majelis hakim mencecar pertanyaan soal RT 062 yang tertera dalam KTP Achmad AR.

“Kenapa saudara saksi berani bertandatangan sementara dia (terdakwa) bukan warga RT 028,” cecar Majelis hakim kepada saksi.

Diberkas dakwaan JPU, terdakwa Achmad AR disebutkan sebelum mengajukan permohonan SPPT diketahui memiliki KTP ganda dengan nomor induk kependudukan (NIK) yang berbeda.

Identitas KTP terdakwa yang pertama beralamat di Jalan S Parman Gang 4, Kecamatan Sungai Pinang dan KTP kedua beralamat di Jalan Jakarta blok CH RT 062, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.

Dalam perkara ini terdakwa Achmad AR dijerat JPU dengan pasal 263 dan 264 KUHP tentang pemalsuan.#ib