BeritaKaltim.Co

Agus Haris: Perekrutan Tenaga Kerja di Pabrik CPO Harus Sesuai Peraturan Pemkot Bontang

BONTANG, Beritakaltim.co — Rencana pembangunan pabrik CPO (Crude Palm Oil) seluas 31 hectare oleh PT. Energy Unggul Persada (EUP) yang akan berdiri di atas lahan seluas 146 hectare, nantinya akan membutuhkan banyak tenaga kerja, mulai dari pembangunan pabrik hingga pada saat beroprasi, hal tersebut di ungkapkan Site Manager PT. Energy Unggul Persada (EUP).

“Pembangunan Pabrik kemungkinan membutuhkan tenaga kerja sebanyak kurang lebih 1.000 orang dan pada saat beroprasi membutuhkan kurang lebih 500 orang,” ungkap Aziz Hasibuan Site Manager PT. Energy Unggul Persada kepada Komisi I dan III saat melakukan Sidak (Inspeksi Mendadak) ke lokasi pembangunan pabrik CPO di sigendis, Kelurahan Bontang Lestari, Senin, (18/3/2019).

Ditemui usai berdialog dengan Site Manager PT. EUP, Ketua Komisi III DPRD Bontang Agus Haris mengatakan, setiap invetasi yang masuk ke Kota Bontang harus mematuhi Peraturan Daerah (Perda) Kota Bontang no.1 tahun 2009, seluruh bidang pekerjaan yang di butuhkan perusahaan harus menggunakan 75 persen tenaga kerja lokal, kemudian 25 persen tenaga kerja dari luar.

“Hal tersebut belum di sampaikan oleh site manager PT. EUP terkait berapa porsi tenaga akad (dari luar daerah) yang akan di gunakan dan berapa persen tenaga kerja lokal Bontang, namun hari jumat akan kita undang Direkturnya untuk menjelaskannya,” ujarnya.

Selain perekrutan tenaga kerja, Agus Haris akan menekankan kepada perusahaan pemberian upah harus di perhatikan oleh perusahaan, karena hal tersebut sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.

“Upahnya harus standar di kalimantan timur sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Timur yang menetapkan upah minimun di Kaltim sebesar Rp.2,8 juta yang harus di laksanakan,”tutupnya.Adv. Hr.

Comments are closed.