“TNI Kita Lemah,” kata Prabowo, Ini Alasannya

oleh -1.212 views

SAMARINDA, beritakaltim.co- “TNI kita lemah,” ucap Prabowo Subianto dalam debat Calon Presiden yang disiarkan berbagai saluran televise nasional. Lawan debatnya adalah Capres nomor urut 01 Joko Widodo yang sekarang masih menjadi Presiden sekaligus juga Panglima Tertinggi TNI.

Pemirsa terkejut. Prabowo dengan berapi-api dan kalimat menghentak meneruskan pernyataannya tentang anggaran yang diberikan pemerintah kepada TNI sangat kecil, hanya sekitar 5 persen dari APBN. Kalah dengan Singapura yang menurut Prabowo 30 persen dari APBN-nya.

“Di bidang pertahanan keamanan, kita terlalu lemah. Anggaran kita terlalu kecil. Ini akan kita perbaiki,” ujar Prabowo di tempat debat berlangsung, Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Apa yang membuat Prabowo Subianto mengatakan TNI lemah?

Dari penulusuran data yang dilakukan beritakaltim.co, ternyata data-data ini masalahnya. Sebagai negara berpenduduk di atas 265 juta jiwa, saat ini Indonesia memiliki 435 ribu personel militer aktif dan 540 ribu personel cadangan.

Selain itu negeri kepulauan yang begitu luas ini, ternyata TNI diperkuat 418 tank, 1.131 kendaraan lapis baja, 456 artileri, dan 153 peluncur roket.

Selain itu, Indonesia memiliki 478 pesawat terbang, termasuk 41 jet tempur dan 197 helikopter. Sedangkan kekuatan maritim Indonesia didukung 221 kapal perang yang terdiri atas 8 fregat, 24 korvet, tiga kapal selam, 74 kapal patroli, dan 12 kapal penyapu ranjau.
Untuk mengurus angkatan bersenjatanya, pemerintah Indonesia menyediakan anggaran sebesar Rp107 Triliun per tahun.

“Rp107 triliun itu yah 5 persen APBN kita, 0,8 persen dari GDP kita padahal Singapura itu anggaran pertahanannya 30 persen dari APBN, 3 persen dari GDP mereka,” ujar Prabowo ketika menanggapi Jokowi tentang yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk anggaran TNI.

Prabowo masih saja terus berapi-api mengatakan kondisi pertahanan Indonesia yang rapuh. Bahkan ketika muncul suara riuh penonton dalam ruangan acara debat itu, Capres 02 ini menegur dengan kalimat; “kenapa tertawa, menertawakan kelemahan TNI kita,” tegurnya.

Ternyata, disaat Prabowo menyampaikan data tentang anggaran TNI yang kalah dengan Singapura, telah muncul data tentang anggaran untuk pertahanan Singapura di smartphone dari berbagai media yang dengan cepat merespon akurasi data yang disampaikan Prabowo.

Ketidakakuratan itu yang sampai kepada penonton acara debat di ruangan dan membuat suasana jadi riuh.

Menurut paparan Bank Dunia tentang anggaran pertahanan tiap negara dengan GDP masing-masing pada 2017, anggaran pertahanan Indonesia di angka 0,8% dari total GDP. Jumlah itu naik jika dibandingkan pada 2016 yang berada di angka 0,7% dari total GDP.

Sementara itu, pada 2017, anggaran pertahanan Singapura berada di angka 3,3% dari total GDP-nya. Persentase anggaran pertahanan Singapura ini turun sedikit jika dibandingkan dengan 2016, yang berada di angka 3,32%.

Selain kesalahan data tersebut, Prabowo juga salah menyimpulkan pertahanan dan TNI Indonesia lemah. Sebab sebenarnya kekuatan militer Indonesia semakin diperhitungkan di kancah internasional.

Berdasarkan hasil survei Global Firepower (GFP) Indonesia berada di peringkat 15 sebagai negara dengan kekuatan militer terbaik di dunia. PowerIndex (Pwrindx) Indonesia berada di level 0,2804.

Indeks mendekati 0 mengindikasikan semakin bagus kekuatan militer suatu negara. Sementara negara dengan kekuatan militer terbaik dunia adalah Amerika Serikat dengan PwrIndx 0,0615.

Pemeringkatan PwrIndx tidak hanya mengandalkan jumlah senjata yang dimiliki saja. Tetapi skor tersebut berdasarkan penilaian berdasarkan lebih dari 55 indikator individual seperti aspek jumlah penduduk, letak geografis, fleksibilitas logistik hingga cadangan sumber daya alam.

Amerika Serikat adalah negara terkuat nomor satu, disusul Rusia dan China. AS memiliki 13.362 unit pesawat tempur berbagai jenis, 5.884 unit tank, dan 415 buah kapal perang termasuk 20 kapal induk.

Untuk membiayai angkatan perangnya, AS mengganggarkan biaya sebesar 647 miliar dolar AS setahun.

Di posisi kedua ditempati Negeri Beruang Merah, Rusia yang memiliki sekitar 1 juta personel militer aktif dan 2,5 juta personel cadangan.

Militer Rusia diperkuat 3.900 pesawat termpur, 20.300 tank, 27.400 kendaraan lapis baja lebih dari 10.000 artileri, dan 3.800 peluncur roket.

Di sektor maritim, Rusia memiliki total 352 kapal perang tetapi hanya memiliki satu kapal induk. AL Rusia memiliki sembilan fregat, 13 kapal perusak, 78 korvet, 62 kapal selam, 41 kapal patroli, dan 47 kapal penyapu ranjau.

Untuk membiayai angkatan bersenjatanya, pemerintah Rusia menggelontorkan anggaran sebesar 47 miliar dolar AS.

Di posisi ketiga negara dengan militer terkuat datang dari benua Asia yaitu China. Negeri Tirai Bambu ini memiliki 2,1 juta personel militer aktif dan 510 ribu personel cadangan terlatih.

Kekuatan darat China masih ditambah 7.700 tank, 9.000 kendaraan lapis baja, 8.200 artileri, dan lebih dri 2.000 peluncur roket.
Di sektor udara didukung lebih dari 3.000 pesawat dan helikopter tempur berbagai jenis dan fungsi.

Sedangkan di lautan China memiliki 714 kapal perang termasuk satu kapal induk (satu lagi masih dalam pengerjaan) dan 73 kapal selam.
Anggaran pertahanan China juga terbilang jumbo yaitu mencapai 151 miliar dolar AS.

Selanjutnya hingga urutan kesepuluh ditempati India, Perancis, Inggris, Korea Selatan, Jepang, Turki, dan Jerman. #le

Ini peringkat 24 negara terkuat pertahanan militernya versi survei Global Firepower (GFP)