Sri Mulyani Dilirik Sandiaga Uno, Kalau Menang

oleh -266 views

JAKARTA- Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati meraih penghargaan sebagai menteri keuangan terbaik se-Asia Pasifik pada 2019 versi majalah keuangan FinanceAsia, atau yang ketiga kali sejak 2017.

Pujian datang tidak hanya dari pendukung pemerintahan Joko Widodo, tapi juga dari Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno.

Pasangan Capres Prabowo Subianto itu mengapresiasi penghargaan yang diterima Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan terbaik se-Asia Pasifik tahun 2019 versi majalah keuangan FinanceAsia.

“Saya ucapkan selamat ke ibu Sri (Mulyani) dan tentunya kita apresiasi setiap penghargaan ke Menteri Keuangan dari dunia internasional,” ujar Sandiaga kepada Wartawan saat kampanye di Gunungkidul, Jumat (5/4/2019).

Sandiaga juga seperti memberi sinyal jika Prabowo-Sandi menang dan memimpin pemerintahan Sri Mulyani cocok dengan konsep pemerintahannya kelak, yakni pemerintahan yang kuat dengan kepemimpinan tegas.

“Bu Sri memiliki keharusan untuk punya pemerintahan yang kuat dengan kepemimpinan yang tegas. Bu Sri akan jauh lebih cemerlang bersama Prabowo-Sandi, karena kami jelas akan mereformasi secara struktural, dan itu dibutuhkan pemerintah yang kuat dengan kepemimpinan yang tegas,” tutur pria yang beken disapa Sandi itu.

Menurut Sandiaga, reformasi diperlukan untuk memperbaiki sistem pemerintahan di Indonesia. Sandiaga juga mencontohkan bahwa jika terpilih nanti akan mereformasi bidang perpajakan karena dirasa belum optimal, khususnya kemitraan publik dan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur seperti public private partnership.

“Saya yakin dengan Prabowo-Sandi akan memperbaiki sistem lebih optimal, banyak yang bisa diperbaiki seperti infrastruktur dengan kekuatan sektor swasta, dan bagaimana tingkatkan tax ratio dari kisaran 10 ke 15-16 persen, yang mana akan meningkatkan basis pembayar pajak,” katanya.

 Prestasi Sri Mulyani  diakui dunia lantaran telah membawa ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik, melalui pencapaian defisit anggaran 1,7% terhadap PDB pada 2018, atau terendah dalam enam tahun terakhir. Selain itu, melalui program amnesti pajak yang diluncurkan pada 2016-2017, Sri Mulyani mampu meningkatkan kepatuhan pajak maupun penerimaan perpajakan. #