BeritaKaltim.Co

Demo Tolak Pabrik Semen Berbuntut Bentrok Lagi

SAMARINDA, beritakaltim.co- Dua kali demo menolak pabrik semen di kawasan Karts Kabupaten Kutai Timur, selalu berakhir dengan kekerasan. Terakhir, Senin (8/4/2019) tadi.

Pemberitahuan bakal adanya demonstrasi masyarakat menolak pabrik semen sudah beredar sebelumnya. Selembar surat pemberitahuan ke Polresta Samarinda beredar di grup-grup WA (WhatsApp). Ternyata kabar itu benar adanya. Sejak pukul 12.30 Wita, massa sudah memadati depan gerbang Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda.

Aparat keamanan sudah berjaga-jaga sejak siang hari itu. Massa yang berkumpul di Taman Samarendah kemudian bergerak menuju kantor gubernur. Tiba di halaman Kantor Gubernur, para pendemo yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Karst (AMPK) memulai aksi dengan menggelar sholat Duhur berjamaah.

Menurut Humas AMPK Andi Muhammad Akbar, demonstrasi itu dilakukan karena pasca aksi massa pertama tidak ada juga penjelasan dari pemerintah. Mereka menganggap, pemerintah tidak serius mendengar aspirasi penolakan pabrik semen yang akan menghancurkan Karst.

“Kita akan terus perjuangkan kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat agar tidak menjadi pabrik semen,” ujar Andi Muhammad Akbar.

Sayangnya, demostrasi yang semula berlangsung sejuk berubah jadi rusuh. Padahal, para demonstran sudah ditemui Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. Namun, dari penjelasan yang diberikan tak membuat para demosntran puas.

Hadi Mulyadi mengajak para pendemo melakukan diskusi. Dia meminta alasan-alasan dari penolakan para demonstran, sehingga pemerintah bias mengkaji lebih jauh.

Massa mulai rusuh setelah adanya provokasi antara para pendemo dengan petugas Satpol PP yang ikut berjaga-jaga membantu tugas kepolisian. Entah siapa yang memulai akhirnya terjadi saling lempar batu dan membuat luka-luka petugas maupun demonstran. #le

Comments are closed.