BeritaKaltim.Co

Di Mana Sandiaga Uno, Betulkah Bertengkar dengan Prabowo?

JAKARTA, beritakaltim.co- Misteri hilangnya Sandiaga Uno jadi trending topik di twitter. Dua kali Prabowo Subianto mengumumkan kemenangan kubu 02 dalam perhitungan suara internal, tapi Sandiaga Uno tak turut mendampingi.

Desas-desus bermunculan. Diantaranya menyebutkan terjadi perang hebat antara Prabowo Subianto dengan Sandiaga Uno ketika perhitungan suara mulai dirilis televisi berdasarkan hasil quick count lembaga-lembaga survei. Ketika itu, seperti beredar di media sosial, Sandi menentang keinginan Prabowo mendeklarasikan kemenangan. Sandi tidak ingin peristiwa 2014 terjadi, di mana Prabowo yang mendeklarasi menang, tapi Joko Widodo – Jusuf Kalla yang dilantik.

Sandi ingin kubu 02 mengumumkan menunggu hasil real count dari KPU. Itu saja. Tapi, rupanya penolakan Sandi itu membuat Prabowo marah sambil teriak-teriak mengusir Sandiaga Uno dari Rumah Tim Kemenangan 02 di Jalan Kertanegara No VI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Apa betul kabar itu?

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menepis isu liar yang menyebut Prabowo Subianto mengusir Sandiaga Uno sehingga Sandi tidak tampak ketika Prabowo klaim kemenangan. Sandi disebut sedang sakit.

“Nggak itu. Bang Sandi cegukan nggak berhenti. Cegukan, suaranya hilang,” ujar Koordinator juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak di rumah pertemuan BPN, Jalan Kertanegara No VI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/4/2019).

“Nggak ada. Orang saya di situ. Banyak yang di situ,” imbuhnya.

Dahnil kembali menjelaskan alasan Sandiaga tak ikut dalam deklarasi semalam. Dahnil menegaskan Sandiaga tengah sakit, bukan karena diusir oleh Prabowo seperti isu yang beredar.

“Bahkan duduk bareng dengan Pak Prabowo, terus cegukan, terus disuruh Pak Prabowo supaya istirahat di atas. Istirahat kemudian diturutin, kemudian cegukannya itu nggak berhenti. Karena capek kan, Bang Sandi kan nggak berhenti-henti. Kan kemarin tidur jam 1an, terus jam 02.00 WIB udah tahajud di At-Taqwa, kemudian subuhan terus langsung milihkan jam 07.00 WIB,” tuturnya.

“Abis pemilihan Bang Sandi udah di sini (K4) duduk bareng Pak Prabowo. Sambil diskusi nunggu berita dari kawan-kawan di lapangan. Jadi akhirnya diminta Pak Prabowo istirahat di kamar atas, di kamarnya Pak Prabowo,” sambung Dahnil.

Bantahan juga datang dari Jubir BPN Prabowo-Sandi, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo lewat Instagram, Kamis (18/4/2019). Perempuan yang akrab disapa Sara ini menegaskan isu liar itu hoaks.

“Hoax: Sandi dikick out PS. Fakta: saya tadi malam di Kertanegara dengan Sandi dan Mpok Nur (Sandi kurang enak badan jadi istirahat di kamar),” kata keponakan Prabowo ini.

Kabar tentang Sandiaga Uno sakit terus dikejar kalangan Wartawan dengan menyambangi rumahnya di Jalan Pulombangkeng No 5, Selong, Jakarta Selatan. Namun, hingga pukul 11.50 WIB, Kamis (18/4/2019), yang terlihat di depan rumah adalah penjagaan melekat oleh polisi untuk Sandiaga sebagai cawapres terlihat stand by. Terdapat beberapa mobil patwal dan 2 vorijder dan dua unit motor polisi yang diparkir di seberang pagar rumah Sandiaga.

Pantauan Wartawan di depan rumah Sandiaga, Beberapa polisi pengawal Sandiaga tampak keluar masuk rumah berpagar tinggi itu. Sebagai cawapres, Sandiaga memang mendapat pengawalan dari polisi sampai berakhir seluruh proses Pemilu pada Oktober nanti, yakni sampai setelah presiden-wapres terpilih dilantik.

Berdasarkan informasi, Sandiaga saat ini masih berada di rumah. Ia disebut-sebut tengah sakit flu.

PRABOWO KLAIM MENANG

Dua kali Prabowo Subianto menyatakan menang di Pilpres 2019. Klaimnya didasarkan atas penghitungan suara yang diterimanya.

“Saya mau kasih update bahwa berdasarkan real count kita, kita sudah berada di posisi 62 persen. Ini adalah hasil real count. Dalam posisi lebih dari 300 ribu TPS. Sudah diyakinkan ahli-ahli statistik bahwa ini tidak akan berubah banyak,” ujar Prabowo di depan kediamannya, Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, menjelaskan perihal angka 62 persen itu. Angka itu adalah hasil real count dari banyak TPS di seluruh Indonesia. Andre menyebut real count tersebut dilakukan di sekitar 800 ribu TPS, namun baru 61% yang selesai dihitung saat Prabowo menyampaikannya ke muka publik, kemarin.

“Suara Pak Prabowo mencapai 62% berdasarkan real count itu,” kata Andre.

Prabowo juga menyebut ada ahli statistik yang meyakinkannya. Siapa ahli statistik yang berhubungan dengan ‘angka 62%’ itu?

“Saya tidak tahu,” jawab Andre. Kebetulan dia tidak berada di lokasi saat pembahasan hasil real count itu. Namun dia mendapatkan informasi bahwa angka itu muncul dari hasil penghitungan C1 yang nyata dari TPS. C1 plano adalah catatan yang memuat hasil penghitungan suara.

Sekadar perbandingan, sejumlah lembaga survei juga melakukan hitung cepat. Kebanyakan menunjukkan kemenangan untuk Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, bukan Prabowo-Sandi. Berdasarkan data sampai pukul 06.27 WIB, Litbang Kompas menunjukkan Jokowi-Ma’ruf meraup 54,52 persen dan Prabowo-Sandi 45,48 persen. Indo Barometer menunjukkan Jokowi-Ma’ruf mendapat 54,32 persen dan Prabowo-Sandi 45,68 persen. Media Survei Nasional menunjukkan Jokowi-Ma’ruf mengantongi 54,52 persen dan Prabowo-Sandi 45,48 persen. Kedai Kopi (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) menunjukkan Jokowi-Ma’ruf mendapat 52,45 persen dan Prabowo-Sandi 45,23 persen.

Lalu dari mana data yang menyatakan Prabowo telah menang 62 persen di Pilpres 2019? #le

Comments are closed.