BeritaKaltim.Co

Ihwan Datu Adam Move On, Sebut 2024 “Golden Time” Partai Demokrat

SAMARINDA, beritakaltim.co- Anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Ihwan Datu Adam, langsung move on paska Pilpres dan Pileg 17 April 2019. Sekarang kita menunggu saja KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai lembaga resmi yang punya wewenang memutuskan siapa pemenang.

Kepada beritakaltim.co, Kamis (18/4/2019), Ihwan yang berasal dari Daerah Pemilihan Kaltim itu mengatakan, Pilpres sudah selesai dan Jokowi- Maruf Amin diumumkan menang berdasarkan lembaga survei yang mayoritas hasilnya sama.

Partai Demokrat disebutnya adalah pelopor menggunakan pendekatan ilmiah (scientific) dalam Pemilu, Pileg dan Pilpres. Sehingga hasil lembaga survei yang benar-benar independen boleh dipercaya, tapi menjadi rujukan saja. Sedangkan hasil sesungguhnya tetap menunggu real count.

“Juga partai saya Demokrat. Hasilnya juga sudah (berdasar quick count lembaga survei, red). Paling juga plus minus 1-2 persen. Lebih dan kurang. Tidak perlu dibanggakan sebagai prestasi. Meski tetap kita syukuri. Kita selamatkan “harta” yang ada dan yang kita punyai sekarang dengan kawal C1 sampe selesai KPU hitung final. Jangan kurang lagi dari 8 persen,” ucap anggota Komisi VII yang membidangi Kehutanan, Lingkungan Hidup dan ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) ini.

Pasca Pilpres dan Pileg, ujar Ihwan, sudah saatnya para politisi dan partai politik berbenah ke dalam. Melakukan evaluasi dan membenahi infrastruktur partai. “Kita susun dan rapikan kembali. Susun lagi kekuatan. Tahun 2024 Golden Time kita,” urainya.

Dia menjelaskan, tahun 2024 Partai Demokrat harus memanfaatkan momentum tersebut dengan baik. Dia bahkan menyebut dengan tahun 2024 adalah Golden Time Partai Demokrat untuk merebut kembali kekuasaan setelah kejayaan sebelumnya oleh Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono.

“Tahun 2024 golden time kita, salam hangat buat semua,” seru Ihwan.

Tentang hasil Pemilu, Ihwan Datu Adam mengatakan bahwa pendekatan ilmiah tidak absolut benar. “Maka kita tunggu proses-proses di KPU mulai TPS sampai KPU kabupaten/kota, Provinsi dan Pusat. Kita harus menerima dengan hati yang ikhlas dan harus bermental siap kalah dan siap menang. Setiap pertandingan,pemenang kan tidak ada dua yang menang. Satu saja,” ujarnya. #le

Comments are closed.