BeritaKaltim.Co

Kapal Peti Kemas Tabrak Turap Jalan Jendral A Yani

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co.id- Lagi – lagi turap tepian Sungai Segah kembali rusak, kerusakan ini pun bukan tanpa alasan. Sekitar pukul 11:10 Wita warga penghuni sepanjang Jalan Jendral A Yani, Tanjung Redeb terkejut mendengar suara benturan keras. Mendengar suara tersebut, warga pun bergegas keluar mencari suara itu dari mana asalnya. Setelah melihat warga pun terkejut, ternyata kapal bermuatan peti kemas membentur turap.

Akibat insiden tersebut, setidaknya ada lima titik turap yang ada di sepanjang Jalan Jendral A Yani tersebut rusak, dan kejadian ini pun sempat direkam warga, detik – detik ketika kapal tersebut membentur turap.

Mendengar kabar kejadian tersebut, berselang beberapa menit setelah kejadian Wakil Bupati Berau, H Agus Tantomo pun langsung meninjau lokasi kejadian. Kepada wartawan Wabup Agus menjelaskan, bahwa menurut kapten kapal PT Spill kejadian itu berawal di tengah menghindari tongkang, kemudian kapal tersebut menepi, tidak jauh dari turap.

Namun setelah itu ada arus, kemudian kapten kapal melakukan manufer. Dan pada saat proses melakukan manufer, bagian belakang kapal menghantam bibir turap yang berapa kali sudah pernah di tabrak kapal tersebut.

“ Entah bagaimana kejadiaannya yang sebenarnya, akibat hantaman kapal tersebut, ada beberapa titik turap mengalami kerusakan,“ ungkapnya.

Namun yang terpenting, kata Wabup Agus, pihak PT Spill suda mengatakan akan bertanggungjawab atas kejdian tersebut.

“Jadi hari ini saya akan membuat berita acara dengan pihak – pihak terkait, diantaranya pihak Syahbandar, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), pihak perusahaan PT Spill dan kapten kapal,“ ujar Wabup Agus.

Dalam berita acara tersebut, sambung Wabup Agus, Pemkab Berau melalui DPUTR akan melakukan perhitungan, lalu berapa baiaya yang dibutuhkan, dan bagaimana nantinya proses pengerjaannya. “ Stelah dilakukan perhitungan semua, nanti baru dilakukan perbaikan” Terangnya.

Ketika Wabup Agus disinggung wartawan berapa kerugian akibat insident tersebut, Wabup Agus tak bisa menyebutkan, berapa kerugian yang harus ditanggung pihak perusahaan.

“Kan belum dilakukan perhitungan akibat kejadian ini. Jadi kita tunggu saja nanti, setelah dilakukan perhitungan oleh DUTR, nanti pasti ada secara rinci, dan berapa kerugian yang harus ditanggung pihak perusahaan,” jawabnya.

Sementara itu perwakilan PT Spill, Ikna Dwi Prasetyo tak banyak memberikan komentar kepada wartawan ketika berada di lokasi kejadian mendampingi Wabup Agus, pihaknya hanya memberikan penjelasan yang singkat, bahwa pihak perusahaan akan bertanggungjawab sesuai berita acara yang di buat DPUTR nanti.

“Kami tetap bertangungjawab atas kejadian itu, setelah berita aacara dibuat,” ujarnya.

Sehubungan dengan itu, Kepala DPUTR Berau, Andi Marewangeng kepada wartawan juga menjelaskan, pada saat kejadian pihaknya sementara waktu hanya bisa melakukan pengambilan data di Lapangan. “ Jadi tergantung kerusakannya, dan seberaoa besar pengeruhnya terhadap shet pile, termasuk pail cap serta tie rood dari kejadian tersebut,“ jelasnya.

Untuk tindak lanjut pengembilan data tersebut DPUTR juga harus menunggu air sungai surut, terkait data vertikality sheet pail. “ Jadi untuk sementara ini kami belum bisa menyebutkan, berapa biaya perbaikannya,“ pungkasnya. #adv/mar

Comments are closed.