BeritaKaltim.Co

Menjaga Kelestarian Sumber Daya Perikanan, Ini Yang Dilakukan Pupuk Kaltim

 

BONTANG, Beritakaltim.co — Sebagai salah satu produsen Pupuk Terbesar di Indonesia, PT. Pupuk Kalimantan Timur mengandeng Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan (PSDKP) Tarakan melakukan pelepasliaran penyu sisik dan ikan napoleon, pelepasan sendiri di lakukan di perairan tobok batang, Kamis (25/4/2019).

Mochamad Safiie General Manager Operasi 2, Pupuk Kaltim mengatakan, kegiatan pelepasliaran penyu sisik dan ikan napoleon ke habitat asalnya, merupakan bentuk kepedulian Pupuk Kaltim dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan di perairan Kota Bontang.

Kata dia, upaya tersebut merupakan hasil penyelamatan nelayan Koperasi Bontang Eta Maritim yang merupakan binaan Pupuk Kaltim, dimana para nelayan melakukan penyelamatan satwa laut yang dilindungi dan melakukan pemulihan.

“Setelah kondisi satwa membaik, mereka akan dilepasliarkan ke alam bebas, yaitu di area terumbu buatan Pupuk Kaltim di perairan Tobok Batang, disana telah ditumbuhi soft coral dan hard coral, yang merupakan rumah bagi ikan dan satwa laut lainnya.” ungkap Safiie.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi kebanggaan bagi Pupuk Kaltim, karena pelepasliaran satwa yang dilindungi merupakan yang pertama kali dilakukan di Bontang. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa Pupuk Kaltim bersama Koperasi Bontang ETA Maritim, memiliki jiwa konservasi dan komitmen menjaga keberlanjutan satwa laut yang dilindungi.

“Saat menangkap ikan dan yang terjaring adalah satwa yang dilindungi, otomatis akan dilakukan penyelamatan dan pemulihan oleh teman – teman Koperasi Bontang ETA Maritim,” terangnya.

Iapun berharap, dari rangkaian program pelepasliaran penyu dan ikan napoleon mampu meningkatkan kesadaran untuk memberikan kesempatan bagi satwa yang dilindungi agar dapat berkembang biak secara alami, sehingga keberadaannya tetap terjaga dan tidak punah.

“Mewakili managemen Pupuk Kaltim, saya ucapkan terimah kasih kepada Pemerintah dan masyarakat Kota Bontang yang selama ini telah mendukung Pupuk Kaltim, sehingga perusahaan dapat beroperasi dengan baik dan lancar, semoga hubungan ini semakin sinergis kedepannya,” harapnya.

Kepala PSDKP Tarakan, Akhmadon mengungkapkan, pelepasliaran penyu sisik dan ikan napoleon oleh Pupuk Kaltim merupakan tugas yang mulia, sehingga pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Kami dari jajaran Kementerian Kelautan mengapresiasi kegiatan ini, kemudian informasi ini harus sampai ke Pusat sehingga mereka tahu, bahwa kita di daerah konsen terhadap kelestarian lingkungan kelautan dan perikanan,” terangnya.

Akhmadon berharap, kerja sama antara PSDKP dengan Pupuk Kaltim tidak putus sampai disini, sebab kata dia, kegiatan tersebut merupakan awal yang sangat baik, sehingga harus terus di tingkatkan dan lebih konkrit kedepannya, terutama dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat.

“Kita harus mengedukasi masyarakat terutama kepada nelayan, bahwa betapa pentingnya menjaga sumber daya alam yang ada di tempat kita,” pesannya.

Mewakili Pemerintah Kota Bontang, Asisten III Sekretaris Daerah Kota Bontang, Syarifah Nurul Hidayati mengapresiasi upaya Pupuk Kaltim dalam menjaga kelestarian satwa laut yang di lindungi di perairan Kota Bontang. Menurutnya, pelepasanliaran penyu sisik dan ikan napoleon sejalan dengan program Pemerintah Kota Bontang yaitu Green City.

“Walaupun Kota Bontang telah dinyatakan sebagai kota industri, tetapi kita masih bisa menjaga lingkungan dengan baik. Dibuktikan dengan pelepasliaran penyu dan ikan napoleon serta hutan mangrove yang tetap subur dan terjaga dengan baik,” tutupnya.

Untuk di ketahui, Pupuk Kaltim bekerja sama dengan PSDKP Tarakan telah melepasliarkan 7 penyu sisik dan 5 ikan napoleon di perairan tobok batang.Adv.HR.

Comments are closed.