TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Untuk memastikan harga kebutuhan sembako di pasar tidak mengalami kelonjakan yang signifikan, jelang bulan suci Ramadhan 1440 H tahun 2019, Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM didampingi Asisten II, Drs H Mansyah Kelana, Kadiskoperindagkop Hj Wiyati SE, Kasatpol PP Iramsyah serta para pejabat lainnya, Jum’at (3/5) pagi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Sanggam Adji Dilayas.
Mengawali sidaknya, Bupati Muharram disambut Kepala pasar Sanggam Adji Dilayas, Nazamuddin langsung meninjau pasar kering, dimana pasar kering ini menjual kebutuhan pokok, diantaranya gula, minyak goreng, beras, telur, tepung terigu, dan kebutuhn pokok lainnya.
Usai meninjau pasar kering, Bupati Muharram melanjutkan sidaknya ke pasar basah, dimaan pasar basah ini menjajahkan diantaranya ikan, daging ayam, serta daging sapi. Disini Bupati Muharam menyempatkan diri ngobrol dengan sejumlah pedagang, tidak beda ketika sidak di areal pasar kering.
Dikesempatan itu Bupati Muharram sempat bertanya harga daging ayam dan daging ayam, yang biasa ramai dikonsumsi masyarakat ketika menjelang bulan suci Ramadhan.
Usai melakukan sidak kebutuhan pokok, saat dicegat beberapa wartawan untuk dimintai komentar hasil pantauan sidak yang dilakukan, dihadapan para awak media Bupati Muharram berharap kepada para distributor atau mitra kerja pdagang ayam maupun daging sapi tidak memainkan harga sesuka hati menjelang momen bulan yang penuh berkah ini.
Bupati Muharram mengakui setelah melakukan sidak di pasar tradisional termegah di Kaltim dan Kaltara ini semua kebutuhan pokok, sembako maupun sayur mayur mengalami peningkatan antara 10 % sampai 15 %. Contoh, sambung Bupati Muharram, harga daging ayam yang sebelumnya antara Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu, kini naik menjadi Rp 40 ribu. Kemudian daging sapi yang semula per satu kilonya Rp 130 ribu, kini naik menjadi Rp 140 ribu.
“ Tadi setelah saya manatau sendiri dan ngobrol langsung sama sejumlah pedagang, saya tafsir semua kebutuhan pokok tersebut, mengalami kenaikan antara 10 hingga 15 persen,” ungkapnya.
Untuk itu Bupati Muharram mengimbau kepada para distributor, mitra kerja, maupun pedagang tidak memainkan harga secara suka – suka. Sebab menurutnya, hal ini tentu berdampak terhadap rendahnya daya beli masyarakat, dan ini dampaknya juga kembali kepada para distributor maupun pedagang sendiri. Sebab jika daya beli rendah, perputaran modal akan semakin lambat bagi pedagang maupun distributor.
“Oleh sebab itu saya sebagai kepala daerah tentu berharap, jangan sampai menjelang bulan suci ramadhan, dibulan yang penuh berkah ini diasaat orang banyak yang butuh para distributor, pemasok maupun, pedagang menaikan harga yang signifikan, sehingga membuat konsmen sangat terbebani, dan ini tentu tidak baik dalam memberikan pelayanan kepada konsumen,” pungkasnya. #adv
Comments are closed.