BeritaKaltim.Co

Listrik dan Air Prioritas Bagi Pemkab Berau

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Kebutuhan dasar seperti listrik dan air bersih saat ini masuk dalam pemenuhan prioritas bagi Pemkab Berau, mengingat sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum menikmati air bersih khususnya di daerah perkampungan. Pemerintah Kabupaten Berau pun menjadikan air bersih sebagai program prioritas yang akan dipenuhi dalam beberapa tahun kedepan.

Bupati Muharram mengakui, dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) masih banyak kampung yang mengajukan usulan pemenuhan kebutuhan air bersih ini. Tentu hal ini menjadi pertimbangan untuk dimasukan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di tahun depan.

Disampaikan Muharram, dalam pemenuhan air bersih ini, pemerintah melakukan secara bertahap. Tentu hal ini merupakan kemajuan untuk terus dilaksanakan.

“Kita terus upayakan agar air bersih ini bisa dinikmati seluruh masyarakat. Yang jelas harus ada progresnya dulu, sudah sejauh mana pemenuhan ini, dan daerah mana saja yang belum menikmati. Ini akan kita benahi bertahap,” jelasnya.

Ia menegaskan pemerintah kabupaten tentu membagi-bagi program yang masuk dalam prioritas. Dan pemenuhankebutuhan air bersih merupakan prioritas, dimana hal ini masuk dalam kebutuhan primer, yang artinya tidak bisa ditunda lagi pemenuhannya.

“Harus kita bedakan mana yang primer dan sekunder. Kalau listrik dan air bersih serta jalan masuk dalam primer, sementara kebutuhan lain merupakan sekunder. Ini yang kita prioritaskan dalam mengatasi penurunan anggaran,” tegasnya.

Sementara Direktur PDAM Tirta Segah, Saiful Rahman mengatakan, pihaknya terus berupaya dalam memenuhi kebutuhan dasar ini. Dimana sebelumnya telah dilakukan pemasangan sambungan rumah baru khusus masyarakat kurang mampu. Di tahun ini direncanakan akan dibangunkan lagi pemasangan sambungan rumah baru lagi. Namun dalam menjalankan program ini pihaknya akan fokus untuk daerah perkampungan.

Dirinya menyampaikan bahwa saat ini ada beberapa kampung yang telah menikmati air minum seperti Tepian buah, Gunung Sari. Untuk Harapan Jaya masih dalam proses karena ada pipa yang rusak. Sementara Semurut, Suaran, Buyung-buyung juga telah masuk air bersih. Kemudian untuk Merancang sedang dalam tahap pemenuhan yang rencana akan mengandeng SIGAP dalam rekayasa sosial.

Saipul menegaskan bahwa pemenuhan air bersih ini merupakan hal prioritas yang harus direalisasikan. Mengingat dampak positif dari air minum ini untuk menjaga kesehatan masyarakat.

“Bukan hanya sekedar sediakan air, tapi bangun desa sesuai dengan visi dan misi kepala daerah. Kalau kita ingin memberdayakan masyarakat tentu mereka harus sehat dulu, dan kalau sudah sehat semua akan mengalir secara bertahap” Pungkasya. (adv).

Comments are closed.