BeritaKaltim.Co

Guru dan Orangtua Harus Tanamkan Aqidah

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Seperti tahun-tahun sebelumnya, selama di bulan Ramadhan Bupati Berau, H muharram S.Pd MM bersama Wakil Bupati, H Agus Tantomo menggelar safari Ramadhan dengan melakukan silaturahmi ke sejumlah warga dan tokoh masyarakat di masjid – masjid sebelum melaksanakan shalat tarawih berjamaah.

Seperti, Jum’at (17/5) malam kemarin, Bupati Muharram berta romobongan melakukan safari Ramadhan di Masjid Al.Kautsar, Keluaraha Samabaliung, Kecamatan Samabliung. Hadir dalam acara tersebut Sekkab Berau, Ir HM Dazali MM beserta jajarannya, Forkopimda Kabupaten, tokoh masyarakat dan masyarakat umum lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Muharram mengatakan, bahwa manusia diturunkan dimuka bumi ini untuk menjadi khalifah, yakni menjadi pemimpin. Karena itu menjadi hamda tidak harus pasrah dengan keadaan.

“Artinya, khalifah yang dimaksud disini adalah, menjadi khalifah di tengah masyarakat, bisa jadi khalifah ditingkat desa atau di tingkat kampung, menjadi khalifah tingkat RT, atau minimal menjadi khalifah di tengah keluarga,” ungkapnya.

Namun seperti apa yang dikatakan Nabi Muhammad SAW, bahwa setiap khalifah dimintai pertanggung jawaban dihadapan Allah SWT.

Untuk itu Bupati Muharram mengajak seluruh khalifah mulai dari tingkat keluarga hingga tingkat kecamatan diminta meningkatkan pengawasan terhadap prilaku remaja saat ini.

Karena Bupati Muharram mengaku malu atas prilaku muda – mudi yang sedang melakukan Sahur On The Road (SOTR) beberapa hari lalu . Pasalnya, dalam video yang viral sampai masuk televisi nasional itu beredar berkeliling kota Tanjung Redeb dengan membunyikan musik ala diskotek, sembari melepas pakaian sambil menunggangi sepeda motor.

“ Astaqhfirllahaladzim, terus terang saya malu sebagai kepala daerah, kenapa kejadian itu terjadi di Kabupaten Berau. Karena itu saya minta kepada masing – masing orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap prilaku anak – anaknya, agar tidak salah bergaul,” Ungkapnya.

Begitu pula kepada para guru didik, agar dapat menanamkan akhlak dan aqidah kepada peserta didiknya. Hal ini sebagai upaya untuk meminimalisir prilaku remaja yang menyimpang, dan memiliki prilaku dan kepribadian yang baik sebagai generasi penerus. Tegasnya.

“Mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai bulan stabilisator, bulan yang penuh ampunan, Sebagai bagian upaya menjadikan Berau lebih baik. Kita perkuat komitmen ini di bulan suci ini. Semoga apa yang kita lakukan ini bernilai pahala ,” pungkasnya.

Sementara itu pimpinan Ponpes Al-Kholil Sambaliung, Ustadz Suhari Mustaji yang diberi amanah untuk memberikan tausyiah malam itu menyampaikan tiga pesan kepada jamaah yang hadir, yaitu pertama kuatkan pendidikan dan pengamalan agama di rumah tangga, demi melahirkan anak generasi yang beriman dan bertaqwa.

Kedua bantu saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan sebagai wujud tanda syukur atas nikmat yang diberikan. Dan yang ketiga berlakulah jujur kepada diri dan selalu mengedepankan sikap kebersamaan.

“Selama bulan suci Ramadhan, Allah SWT memberikan rahmat dan pahala berlipat ganda kepada umatnya. Untuk itulah, di bulan suci Ramadhan ini perbanyaklah amal untuk mendapatkan ridho nya,” ujar Iskandar Minggu 5 Mei 2019.

“Pada Bulan Suci Ramadhan ini, marilah kita menjadi pemburu kebaikan untuk mendapatkan rahmat Allah SWT,” tambahnya.

Dalam memburu segala kebaikan di bulan yang penuh rahmat dan pengampunan ini. Perbanyaklah dzikir, membaca Al Qur’an, bersedekah serta beribadah. Dengan beribadah di masjid maupun di mushalah, tentunya akan mendapatkan pahala yang lebih dari sang pencipta.

Ustadz Suhari menyebutkan, Ramadhan merupakan bulan penuh berkah, pada bulan ini tiap amal ibadah umat muslim balasannya akan dilipatgandakan.

“ Karena itu betapa beruntungnya bila sebagai umat Islam dapat memanfaatkan momen ini sebagai ladang pahala, dengan melaksanakan yang wajib dan mengisi kegiatan sehari-hari dengan amal ibadah yang sunat,” ungkapnya.(adv)

Comments are closed.