BeritaKaltim.Co

Kapolda dan Wagub Setuju tak Ada People Power di Kaltim

SAMARINDA, beritakaltim.co- Jelang 4 hari pengumuman pemenang Pemilu Presiden dan Legislatif, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto dan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi setuju tidak ada pengerahan massa atau people power dari Kaltim.

“Kalau ada kelompok-kelompok atau pihak yang mengatakan pemilu di Kaltim curang dan ingin melakukan aksi people power, saya pastikan orang tersebut tidak mengikuti proses perhitungan disemua jenjang. Mungkin baru bangun tidur, terus baca media sosial soal adanya kecurangan langsung bertindak,” ucap Kapolda pada acara Silaturahmi Kebangsaan yang diikuti penandatanganan deklarasi Persatuan dan Kesatuan oleh tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat dan suku serta partai politik.

Wagub Hadi Mulyadi pada acara yang berlangsung di Odah Etam kantor Gubernur, Sabru (18/5/2019) juga berpendapat serupa. Bahwa Pemilu sudah selesai dan menunggu pengumuman. Dengan nada dan gaya yang menyegarkan suasana, Hadi meminta kepada politisi yang kalah untuk bersabar dan menunggu “pertandingan” lima tahun lagi.

“Tapi untuk pertandingan Pilkada juga ada pada tahun 2020, silakan maju kembali,” ucap Hadi Mulyadi.

Sementara kepada yang menang, Hadi mengucapkan selamat. Termasuk juga para caleg yang akan menjadi anggota DPRD. Hadi meminta seluruh caleg dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah di Kaltim.

Acara silaturahmi kebangsaan dihadiri juga Pangdam VI Mulawarman Mayjend TNI Subiyanto, Danrem 091 ASN Brigjen TNI Widi Prasetijono, Komisioner KPU dan sejumlah pejabat.

Kapolda mengatakan, dalam masa jabatannya sebagai Kapolda, Kaltim sudah dua kali menyelenggaran pesta demokrasi. Pertama adalah Pemilihan Gubernur Kaltim pada tahun 2018 dan kedua Pemilu dan Pileg pada 17 April 2019.

Dari dua event demokrasi itu, kata Kapolda, dia merasa bersyukur karena berjalan aman dan lancar. Tidak ada gangguan keamanan dan penolakan terhadap hasil Pilkada maupun Pemilu yang begitu tajam.

“Saya bersama dengan Pak Danrem dan Pak Wagub menunggu proses rekapitulasi oleh KPU Kaltim sampai jam 4 pagi. Kami saksikan sendiri bagaimana kerja keras KPU dan tidak ada protes atas hasil-hasil sudah dihitung secara berjenjang mulai dari TPS, kecamatan, KPU kabupaten dan kota sampai KPU provinsi,” ujar Kapolda.

Suasana kondusif di Kalimantan Timur itu, kata Kapolda, harus terus dijaga. Iklim yang terjaga itu juga menjadi modal Kaltim untuk dipertimbangkan pemerintah pusat agar Kaltim dipilih menjadi ibukota negara.

Menyambut deklarasi yang menolak gerakan people power, Ketua Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Kaltim Janri Manro Samosir menyerukan kepada warga Batak di Kaltim untuk tidak terprovokasi dengan seruan gerakan people power.

Seruan itu disampaikan dalam rekaman video yang kemudian dibagikan ke grup-grup WhatsApp segmen etnis Batak.

“Pertama kami dari KMB mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara pemilu yang sudah bekerja keras sehingga pesta demokrasi berjalan sukses, aman, jujur dan adil,” ucap Janri.

Kedua kita mengimbau agar tidak ada warga Batak di Kaltim ikut-ikutan dalam gerakan people power yang jelas-jelas adalah tindakan inkonstitusional. Dan yang ketiga, warga Batak di Kaltim selalu menjaga persatuan dan kesatuan.#le

Comments are closed.