BeritaKaltim.Co

Pemkab, DPRD dan PLN Sinkronisasi Distribusi Listrik

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Menindaklanjuti hasil pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang ada di kecamatan, digelar acara sinkronisai perencanaan dan distribusi listrik ke masyarakat yang ada di Kabupaten Berau.

Pertemuan melibatkan stakeholders dan pemangku kepentingan, Selasa (21/5/2019), di Lantai 3 Ruang Pertemuan Unit Induk Wilayah Kaltimtara Jln.MT.Haryono Balikpapan, dihadiri Ketua DPRD Berau, Hj Sarifatul Sya’diah M.Si, Bupati Berau H Muharram S.Pd MM, Direktur Bisnis Regional Kaltimtara Machnizon Masri, Asisten 2, Kepala Bapelitbang, Kabag Pembangunan, Dirut Indo Pusaka Berau (IPB), Komisaris IPB, Kepala PLN Area Berau dan jajaran pengurus PT PLN Kaltimtara.

Disampaikan oleh Direktur Bisnis Regional Kalimantan bahwa mengenai jaringan listrik, PT PLN memerlukan sumber energi atau pembangkit yang mengandung kearifan lokal, seperti air dan bio massa. Selanjutnya PLN juga perlu melaksanakan pemetaan situasi dan kondisi wilayah yang ada di Kabupaten Berau. Hal ini mengingat masih ada tersisa sebanyak 20 kampung yang belum tersentuh dan teraliri oleh jaringan listrik PLN.

“Ini menjadi sebuah pekerjaa rumah bagi PLN,untuk dapat menuntaskan dan merealisasikannya.Target bagi PLN Tahun 2021 diwilayah kecamatan pesisir akan sudah teraliri listrik 24 jam,mengingat saat ini masih dalam proses pemasangan jalur transmisi langsung dari wilayah yang akan menghubungkan Kutai Timur melalui Maloy langsung menuju Talisayan,” ujar Direktur Bisnis Regional Kaltimtara, Machnizon Masri,

Saat ini di Berau yang sudah terpasang dan teraliri listrik sebesar 89,06 persen, dan yang belum teraliri listrik 10,94 persen. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas dan disampaikan bahwa akan ada sebanyak 2.182 unit LTSHE (Listrik Tenaga Surya Hemat Energi) bagi 12 kampung yang akan menjadi prioritas pada Tahun 2019 ini.

“Untuk jangka panjang pada Tahun 2025 wilayah Kecamatan Kelay akan menjadi target utama dan diprogramkan oleh pihak PT.PLN wilayah Kaltimtara untuk pengaliran jaringan listrik,” urainya.

Sementara itu Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM mengungkapkan, bahwa kebutuhan dasar seperti listrik harus segera dipenuhi semua, khususnya kampung – kampung yang belum menikmati fasilitas listrik. Mengingat saat ini kebutuhan masyarakat semakin tinggi, dan kebutuhan listrik adalah salah satu kunci utama untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, sebagai sarana meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Di beberapa kampung pesisir maupun di pedalaman, kebutuhan listrik sebagian belum menikmati listrik. Kalau saja listrik dapat dipenuhi 24 jam di seluruh Kabupaten Berau, kami optimis perputaran roda ekonomi semakin cepat, dan otomatis ekonomi masyarakat semakin meningkat ,” ungkapnya.

Untuk itu Bupati Muharram mendorong kepada semua pemangku kepentingan agar beberapa kampung yang belum teraliri listrik, diharapkan segera dapat dipenuhi semua, agar pertumbuhan ekonomi di daerah pedalaman maupun pesisir semakin pesat. “ Mengingat, karena listrik manusia bisa berbuat banyak,” ungkapnya.

Pemkab Berau terus melakukan pendekatan dengan pihak PLN, termasuk PT PLN Persero Unit Induk Wilayah Kaltim dan Kaltara di Balikpapan , untuk memperjuangkan pembangunan jaringan listrik di Berau bisa merata dan dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Semoga saja sesuai keinginan kami, setidaknya akhir tahun 2020 mendatang kampung – kampung yang belum teraliri listrik 24 jam, semua nantinya dapat terpenuhi,” harapnya.

Dengan adanya pertemuan tersebut, Bupati Muharam juga meminta kepada pihak PLN, agar dapat segera merealisasikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Sebab keberadaan listrik sangat diharapakan sejak lama oleh masyarakat.

“Kami sebagai pemerintah juga siap menfasilitasi, sepanjang tidak melanggar aturan yang berlaku, dan yang terpenting listrik bisa merata 24 jam,” pungkasnya. (adv)

Comments are closed.