BeritaKaltim.Co

DLHK Sudah Persiapan Antisipasi Sampah Lebaran

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Mengantisipasi tumpukan dan lonjakan sampah yang membludak saat hari raya Idul Fitri yang akan datang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau telah mempersiapkan diri untuk mengambil berbagai langkah, mulai dari armada hingga sumber daya manusianya.

Kepala DLHK Berau. Ir Sujadi menyebutkan bahwa volume sampah memang setiap tahunnya, saat Bulan Suci Ramadan selalu meningkat. “Kalau bulan puasa meningkat sekitar 10 persen dan mendekati lebaran mencapai 20 persen dari hari biasanya ,” katanya.

Langkah-langkah yang diambil disebutnya adalah penambahan retase, lembur dan menambah armada untuk menangani sampah yang ada di pasar – pasar, karena disana merupakan pusat pembuangan sementara untuk kawasan sekitarnya.

Penambahan armada juga dilakukan guna mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah.

” Dipusatkan pada pasar – pasar dan daerah sekitarnya akan membawa sampah di lokasi tempat tempat pembuangan akhir itu. Sehingga ditangani terpadu dengan alat berat untuk dinaikan pada kontainer atau truck pengangkut,” tambahnya.

Sujadi juga menyampaikan DLHK selama ini melakulan inovasi terkait penanganan sampah. Pihaknya telah persiapan baik SDM maupun peralatan hingga seminggu setelah lebaran guna menangani terjadinya tumpukan.

” Pak bupati sudah mengatakan kalau sampah ini menjadi konsen kita, memang sampah ini tidak pernah habis. Sesuai dengan perkembangan dan pertambahan penduduk,” ujarnya.

DLH berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, pihaknya juga meminta buanglah sampah tepat pada tempatnya dan tepat pada waktunya.

“Amanah Undang – Undang juga sudah ada terkait dengan memilah sampah ari sumbernya. Untuk masyarakat sesuai dengan aturan pilahlah sampah yang dimulai dari diri sendiri yaitu sumbernya, sehingga sampah yang dibawa ke TPS sudah terpilah atau tidak bernilai ekonomis lagi,” ucapnya.

Kemudian kurangi kantong plastik dengan berbelanja kepasar dengan membawa keranjang, sebab plastik itu lama penguraiannya. Selain itu, biasakan membawa tumbler atau tempat air minum sehingga kita bisa mengurangi botol plastik dan gelas.

“ Kalau mau jujur sebenarnya permasalahan sampah bukanlah permasalahan satu atau dua orang saja, juga bukan hanya menjadi masalah pemerintahan. Sampah harus diatasi bersama. Kita harus bisa membiasakan diri untuk selalu memilah sampah dan membuangnya ke tempat yang sesuai,” tegasnya. (adv)

Comments are closed.