Pengacara Sebut Kivlan Zen Patriot

oleh -301 views
Kivlan Zen, tersangka kepemilihan senjata api ilegal.

JAKARTA, beritakaltim.co- Bertambah lagi penghuni ruang tahanan Polri di Jakarta. Setelah mengumpulkan bukti-bukti, polisi menetapkan tersangka kepada mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Dia pun langsung masuk sel di Rumah Tahanan Guntur.

Menurut Suta Widhya, Pengacara Kivlan Zen yang ikut mendampingi saat pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, kliennya adalah seorang patriot. Pihaknya akan berusaha keras untuk membebaskan.

“Dia seorang patriot ya, seorang patriot, dia tidak akan mundur kecuali kita akan mengupayakan untuk sebuah upaya hukum di luar, nanti kita lihat,” kada dia.

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Kivlan Zein sebagai tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Polisi punya kewenangan menahan selama 20 hari sejak Kamis (30/5/2019). Kivlan ditahan karena penyidik menilai sudah punya cukup alat bukti dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal. Sebelumnya, Kivlan juga dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus makar.

Kasus dugaan kepemilikan senjata api yang menjerat Kivlan berkaitan dengan penetapan enam tersangka yang menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil Pilpres 2019, di Jakarta, pada 21-22 Mei 2019. Dari enam orang tersebut diketahui dalam BAP mengakui mau membunuh 4 tokoh pejabat dan satu tokoh survei nasional. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF. Salah seorang tersangka diketahui adalah sopir paruh waktu Kivlan Zan.

Pengacara akan berusaha membebaskan lantaran Kivlan lantaran tidak memiliki maupun memakai senjata ilegal seperti dalam sangkaan penyidik. Karena tidak ada bukti menguasai dan memakai Senpi ilegal, pengacara Kivlan mempertanyakan penahanan oleh polisi. Apalagi pasal yang dikenalan adalah Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang penguasaan senjata api.

Soal Senpi ilegal berawal dari tertangkapnya Armi, mantan sopir Kivlan, karena kepemilikan senjata. Dia diduga menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil Pilpres 2019, di Jakarta, pada 21-22 Mei 2019 lalu. Dari pengakuan Armi itu akhirnya Kivlan ditangkap.

Adanya purnawiran TNI berpangkat Mayjen ditahan karena kasus Senpi ilegal dan makar, membuat Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu sedih.

“Terus terang saja, di sana yang diperiksa-periksa itu kan banyak purnawirawan. Itu ada senior saya, ada adik-adik angkatan saya,” kata Ryamizard di Gedung Kemenhan, Jakarta, Kamis, 30 Mei 2019.

Ryamizard mengaku sedih lantaran mereka-mereka yang kini jadi tersangka makar telah mengabdikan dirinya puluhan tahun kepada negara. Mereka ikut terlibat dalam operasi TNI di sejumlah daerah seperti Papua, Aceh dan Timor Timur.

“Banyak teman-teman kita gugur baik di Aceh, Papua, terutama di Timor Timur. Nah ini sisa-sisa yang belum gugur ini kenapa jadi begitu? nah ini saya kalo dikatakan sedih, ya sedih saya,” ujarnya.

Menhan berharap setelah pemilu usai, semua pihak melupakan kontestasi yang telah berlalu. Masyarakat dan elite diminta mengedepankan kesatuan dan persatuan.
“Kalau kita ribut, ada yang ikut-ikutan dompleng. Siapa lagi, radikal-radikal yang merasa antipancasila pasti di sana. Nah ini perlu kita waspadai,” ujarnya. #le