BeritaKaltim.Co

PPDB Disdik Utamakan Zonasi

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau mengeluarkan keputusan terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020. Dalam keputusan ini, Disdik menyatakan bahwa kriteria utama dalam penerimaan siswa adalah zonasi atau jarak antara rumah dan sekolah, sementara nilai ujian nasional (Unas) masuk kriteria kedua. PPDB ini mulai dibuka pada tanggal 17 Juni untuk tingkat SD dan SMP.

Untuk tingkat SD, pendaftaran dimulai sejak tanggal 17 Juni hinga 24 Juni 2019. Kemudian seleksi berkas pada tanggal 25 Juni, dilanjutkan dengan pengumuman 26 Juni. Selanjutnya pada peserta didik baru akan mengikuti daftar ulang pada tanggal 27 hingga 29 Juni 2019, serta masuk sekolah pada tanggal 1 Juli 2019.

Sementara untuk jenjang SMP, pendaftaran dibuka pada tanggal 17 hinga 19 Juni untuk zona terdekat, dan tanggal 17 hingga 21 Juni untuk umum. Kemudian dilanjutkan dengan seleksi pada tanggal 22 Juni dan pengumuman pada tanggal 24 Juni. Sementara daftar ulang dilakukan pada tanggal 25 sampai 27 Juni 2019. Sama denagn SD, mulai belajar efektif pada tanggal 1 Juli 2019.

Kepala Dinas Pendidikan Berau, Murjani didampinggi Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Mardiatul Idalisah menyampaikan bahwa dalam PPDB tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Untuk PPDB tahun ini menggunakan radius, sementara tahun lalu masih menggunakan zona kecamatan.

“Kalau dari zona terdekat ini, untuk jenjang SD dibagi dalam 19 sementara untuk SMP dibagi dalam 14 zona dan 1 zona swasta,” ujarnya.

Dalam pembagian zonasi ini, sekolah penyelengara wajib menerima calon peserta didik yang berdomilisi pada radius terdekat dari sekolah paling sedikit 90 persen. Murjani menyampaikan bahwa pembagian zonasi ini merupakan ketentuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dimana daerah diberikan kewenangan untuk pembagian zonasi. Dalam hal ini, pembagian zonasi dimaksudkan untuk meningkatkan pemerataan dan perluasan akses pendidikan serta kualitas maupun pelayanan pendidikan.

“Jadi ada keseragaman antar seluruh sekolah,” ujarnya.

Dengan berlakunya sistem zonasi ini, Disdik pun berupaya untuk melakukan pembenahan di tingkat tenaga pengajar. Sehingga harapannya seluruh sekolah memiliki SDM pengajar yang mumpuni dan merata. Dan para orang tua juga tidak ragu untuk menepatkan anak-anaknya pada sekolah yang masuk dalam zonasi di wilayahnya.(adv)

Comments are closed.