DLHK Siap Raih Piala Adipura Lagi

oleh -342 views

TANJUNG REDEB, beritakaltim – Untuk meraih Adipura kedua kalinya dibutuhkan kerja keras jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau. Selain melengkapi diri dengan peralatan yang tersedia, DLHK juga terus meningkatkan kapasitas dan keahlian para pesapon (penyapu jalan), serta meningkatkan pengawasan lingkungan.

Kepala DLHK Kabupaten Berau, Ir Sujadi mengatakan, pihaknya telah melakukan peningkatan kapasitas kinerja petugas kebersihan. Hal ini dilakukan untuk meraih kembali Piala Adipura .

“Paling tidak, kita bisa mempertahankan Adipura yang telah kita dapatkan, dan bisa kembali meraih piala Adipura yang kedua, maka Kabupaten Berau berpeluang mendapatkan Adipura kembali. Untuk itu kami harus meningkatkan kapasitas kinerja petugas kebersihan melalui berbagai kegiatan,” ujarnya .

Dikatakannya, untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini, dibutuhkan beberapa strategi khusus. Pelatihan, merupakan salah satu strategi, agar petugas kebersihan bisa meningkatkan kompetensi yang dimiliki.

“Petugas kebersihan juga dituntut untuk berpikir, tidak hanya kerja monoton, menggugurkan kewajiban dan mengandalkan keahlian saja. Ini dilakukan supaya mereka (petugas kebersihan) lebih efektif di lapangan. Diharapkan kegiatan ini bisa berlangsung setiap tahun, sebagai wujud apresiasi kami Pemerintah Kabupaten Berau untuk para pesapon di Kabupaten Berau,” ucapnya.

Dengan peningkatan kapasitas ini, petugas kebersihan diharapkan semakin kompak dalam mengawal kebersihan Kabupaten Berau. Bahkan dirinya terus berupaya melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan. Sejauh ini ia masih melihat kesadaran masyarakat membuang sampah dalam bak sampah semakin meningkat. Karena masyarakat juga mengetahui bahwa fungsi sampah itu tidak hanya dibuang begitu saja. Tetapi sampah itu ada manfaatnya dan harus dibuang pada tempatnya. Terangnya.

Dijelaskan Suhadi, bahwa masyarakat harus tahu jika sampah itu ada nilainya, dan masyarakat dapat memilahnya, untuk menjadikan sampah bernilai rupiah .

“ Karena itu kami terus berupaya memberikan imbauan kepada masyarakat, agar lebih peduli lagi dengan sampah. Sejauh ini mereka terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan hingga kelurahan, jika ada permasalahan dapat segera diselesaikan.

“Nanti kita akan melakukan penindakan kepada masyarakat yang tidak peduli dengan sampah, karena ini ada Perdanya. Sebenarnya itu hanya untuk memberikan shock terapi saja kepada masyarakat, tetapi shock terapi itu akan menjadi berat jika masyarakat sudah sangat melanggar Perda,” Telasnya. (adv)