
BONTANG, Beritakaltim.co- Permasalahan banjir yang melanda kota bontang beberapa saat yang lalu membuat sebagian besar masyarakat yang terkena dampak mempertanyakan penyebab pasti akan banjir yang dinilai terbesar sejak 35 tahun silam.
Hal ini pun langsung menjadi pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Camat dan Lurah sekota Bontang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung membahas terkait cara menanggulangi bencana banjir tersebut. Senin (24/6/2019) siang.
Ketua Komisi III, Rustam dalam kesempatannya mengatakan bahwa persoalan ini harus ditangani secara serius mengingat persoalan banjir sudah menjadi prioritas baik di Pemkot Bontang maupun DPRD.
“Kita sudah anggarkan 10 persen dari anggaran APBD Bontang selama tiga tahun, jadi saya rasa persoalan banjir ini jika ditangani secara serius maka akan dapat diselesai,” katanya.
Usai mendapatkan paparan dari beberapa peserta rapat, baik dari Sekertaris Daerah (Sekda) BPBD, Dinas PUPR serta camat dan lurah, Ia meminta beberapa sungai untuk segera di turap serta pembersihan secara maksimal mengingat saat ini Kota Bontang memiliki excavator amfibi.
“Yang terpenting, jangan buang sampah sembarangan dan kurangi pemakaian plastik,” imbuhnya.
Sementara itu dalam kesempatannya. kepala BPBD Bontang mengatakan bahwa pemerintah harus membuat suatu sodetan yang mengarahkan dari sungai yang ada di daerah Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur.
Hal ini Ia katakan lantaran, jika sungai yang ada di sungai suka Rahmat meluap maka hanya menunggu 5 hingga 6 jam air akan menggenangi di area Kelurahan Gunung Telihan dan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat serta Perumahan Bontang Permai dan jalan Imam Bonjol Kelurahan Satimpo Kecamatan Bontang Selatan.
“Kalau tidak ada jalan temunya, jalan satu-satunya kita buat sodetan dari sungai suka Rahmat langsung dialirkan ke sungai santan,” tukasnya.#Adv.
Comments are closed.