BeritaKaltim.Co

Komisi I DPRD Bontang Mengkaji Tambahan Akomodasi Bagi Jemaah Haji Kota Bontang

BONTANG, Beritakaltim.co — Perwali (Peraturan Walikota) Bontang terkait penyelenggaraan transportasi jemaah haji kota Bontang akan di tingkatkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) kota Bontang. Hal tersebut telah di bahas dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) oleh Komisi I DPRD Bontang bersama dengan Bagian Hukum Sekretaris Daerah Pemkot Bontang, Bagian Sosial Sekretaris Daerah Pemkot Bontang dan Kementerian Agama Kota Bontang, di Ruang Rapat Sekretariat DPRD Bontang, Jalan Bessai Berinta Kelurahan Bontang Lestari, Selasa (25/6/2019).

“Peningkatan dari perwali ke Perda terkait transportasi jemaah haji merupakan masukan dan saran dari berbagai elemen masyarakat baik MUI (Majelis Ulama Indonesia), BKDIB ( Badan Koordinasi Dakwah Indonesia Bontang) dan Kemenag kota Bontang,” Kata Abdul Malik Sekretaris Komisi I DPRD Bontang usai menggelar rapat kerja.

Kata dia, dalam perwali saat ini hanya memberikan bantuan akomdasi kepada jemaah ketika berangkat dari Bontang menuju embarkasih Balikpapan, yaitu menginap sehari sebelum berangkat ke saudi arabia, namun, dari saudi menuju debarkasi Balikpapan jemaah haji tiba di bandara langsung pulang ke kota Bontang.

“Kita lagi membahas dan mengkaji tambahan akomodasi bagi jemaah haji kota Bontang,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Menurutnya, seluruh jemaah haji kota Bontang ketika dari saudi tiba di debarkasi Balikpapan, seharusnya menginap paling tidak selama 24 jam untuk beristirahat, sebab kelelahan selama perjalan, sebelum kembali ke kota Bontang dengan menempuh kurang lebih 8 jam.

“Apalagi kalau pesawatnya tiba di bandara pukul 12 malam, pasti sangat kelelahan belum lagi menunggu barang bawaan dari bagasi, pasti sangat melelahkan,” terangnya.

Abdul Malik menilai, kesiapan anggaran kota Bontang mampu mencukupi untuk tambahan akomodasi tersebut, sebab Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) senilai Rp. 200 miliar lebih. Kata dia, apalagi jumlah jemaah haji kota Bontang per tahunnya hanya kurang lebih 150 orang.

“Kalau per orang jatahnya Rp.100 ribu tentu hanya menggunakan tambahan anggaran sebesar Rp.15 juta pertahun,” paparnya.

“Kita berharap tambahan akomodasi tersebut bisa masuk dalam peraturan daerah tersebut nantinya,” tutupnya.Adv. HR.

Comments are closed.