Meski Ditolak Warga, Migrasi Listrik Hop 1-6 Tetap Berjalan

oleh -573 views
Suasana RDP Komisi III DPRD Bontang bersama Masyarakat Hop 1-6 serta PT Badak LNG terkait migrasi listrik dan air perumahan Hop

 

BONTANG, Beritakaltim.co – Komisi III DPRD Bontang meminta pihak PT Badak LNG untuk kembali menyalakan lampu warga yang berada di kawasan Perumahan Hop 1-6, hal ini lantaran warga menolak adanya migrasi listrik dan air yang selama ini dipasok dari PT Badak LNG, Senin (1/6/2019) siang.

Dalam paparannya, Rustam meminta pihak PT Badak untuk menghentikan adanya pemutusan listrik dan air ke rumah warga, mengingat seluruh warga menolak adanya migrasi yang dilakukan kepada warga Hop 1-6.

“Mereka ini kan dahulunya pendiri PT Badak, jadi wajar saja mereka meminta perusahaan untuk memperhatikan kesejahteraan mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Hardi Bahruddin selaku Legal Specialist PT Badak LNG mengatakan bahwa, kegiatan migrasi yang dilakukan perusahaan sudah sesuai dengan peraturan dan perjanjian awal antara PT Badak dan para penghuni hop 1-6, dimana didalam perjanjian tersebut diterangkannya bahwa PT Badak akan menyuplai listrik dan air hingga Pemerintah Daerah sanggup untuk menanggung beban yang ada.

“Kami rasa ini sudah sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati sejak awal,” terangnya.

Selain itu, diterangkannya bahwa pihak management telah melakukan sosialisasi usai adanya pertemuan dengan Wakil Wali Kota Bontang beberapa saat lalu. “Ini sudah kami sosialisasikan usai pertemuan kami dengan forkopimda dan wakil wali kota di hotel Bintang sintuk,” imbuhnya.

Dari pernyataan tersebut, kuasa hukum dari masyarakat Hop 1-6 sekaligus salah satu warga yang bermukim di perubahaan elit tersebut menyangkal seluruh pernyataan yang dilontarkan dari perwakilan PT Badak, Ia menganggap pertemuan yang dilakukan bersama perwakilan masyarakat hop1-6 tidak ditemukannya titik temu, sehingga pemutusan yang dilakukan sudah banyak menyalahi aturan.

“Tidak ada solusi yang didapati dalam pertemuan tersebut, kalaupun ada tidak mungkin hari ini ada pertemuan di DPRD,” ungkapnya.

Selain itu, migrasi yang dilakukan pihak perusahaan seakan tercium intimidasi lantaran terlontarkan ucapan bahwa migrasi yang dilakukan tepat pada 1 juli akan menjadi tanggungan dari perusahaan, akan tetapi jika lewat pada waktu yang ditentukan maka warga akan membayar normal sesuai dengan ketentuan dari PLN.

“Kami meminta direktur dan coo PT Badak hadir kesini, bukan malam mengirim orang yang tidak bisa mengambil keputusan,” ungkapnya.

RDP yang berlangsung tepat pukul 14.00 Wita berlangsung alot hingga pukul 17.30 wita, rapat yang dipimpin langsung ketua Komisi III ini diikuti kerukunan pensiunan PT Badak, perwakilan warga hop 1-6 ,perwakilan pemuda hop, pansus listrik bontang, yayasan LNG Badak, dewan pembina yayasan LNG Badak serta management PT Badak LNG.# ML.