Pro Kontra Migrasi Listrik dan Air Badak LNG

oleh -293 views

BONTANG. Beritakaltim.co – Terhitung 1 Juli 2019 perusahaan Badal LNG tidak lagi menyalurkan listrik gratis ke perumaham HOP 1-6, hal ini disebabkan adanya migrasi listrik dari perusahaan ke PLN.

Akibatnya warga pun mengadakan protes dan menolak migrasi listrik dan air ke pemeintah daerah. Hal ini terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Bontang, kerukunan pensiunan PT Badak, perwakilan warga hop 1-6, perwakilan pemuda hop, pansus listrik bontang, yayasan LNG Badak, dewan pembina yayasan LNG Badak serta management PT Badak LNG, Senin (1/7/2019).

Legal Specialist PT Badak LNG, Hardi Bahruddin mengungkapkan mingrasi listrik dan air telah sesuai dengan perjanjian perusahaan dengan penghuni HOP 1-6 Nomor 132/YB002/Proper-VI/89 poin 5 yang berbunyi pengadaan air dan listrik akan diatur oleh perusahaan sebelum pemerintah lebih berwenang untuk itu mulai beroperasi.
“Sudah relevan dengan perjanjian sebelumnya.” Jelas Hardi

Sementara, Ketua Komisi III DPRD Bontang, Rustam, meminta pihak PT Badak LNG untuk menghentikan pemutusan listrik dan air warga yang berada di kawasan Perumahan Hop 1-6, hal ini lantaran warga menolak adanya migrasi listrik dan air yang selama ini dipasok dari PT Badak LNG ke Pemerintah Daerah.

“Mereka ini kan dahulunya pendiri PT Badak, jadi wajar saja mereka meminta perusahaan untuk memperhatikan kesejahteraan mereka,” ungkapnya.

Untuk diketahui total rumah di HOP 1 hingga 6 sebanyak 787 rumah, untuk sementara total rumah yang telah menyetujui adanya migrasi ini sekitar 368 rumah, sementara 419 rumah lainnya masih menolak.( Adv).