Komisi III: Kebijakan PT Badak Semena-mena kepada Eks Pekerjanya

oleh -215 views
Kondisi pertemuan antara warga hop 1-6 dan Komisi III di sekertariat Yayasan Pensiunan Badak LNG yang berlokasi di Kompleks Perumahan PC 6 PT Badak LNG. Foto : istimewa

 

BONTANG, beritakaltim.co – Ketua Komisi III DPRD Bontang sangat menyesali atas tindakan yang dilakukan PT Badak LNG dalam mengambil keputusan pemutusan aliran listrik ke Perumahan Hop 1-6, dalam kunjungannya ke sekertariat Yayasan Pensiunan Badak LNG yang berlokasi di Kompleks Perumahan PC 6 PT Badak LNG. Rustam bersama anggota Komisi III lainnya, mendengarkan aduan warga yang tidak sesuai dengan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan pada Senin (1/7) lalu.

Dijelaskan Rustam, dalam RDP waktu itu, pihak PT Badak LNG yang diwakili oleh Legal Specialist PT Badak, Hardi Baharuddin tetap dengan keputusan manajemen untuk memigrasi area perumahan Hop 1-6 dengan sistem on-off selama 5 hari pemasangan listrik PLN Bontang. Pada hari ke enam aliran listrik yang harusnya ON, akan tetapi diputus total sejak pagi hari oleh perusahaan migas tersebut.

“Alangkah lucunya begitu banyaknya rumah tiba-tiba dimatikan, dimana rasa kemanusiaan dari perusahaan ini,” katanya, Selasa (9/7/) siang.

Ia pun sangat prihatin atas apa yang dialami warga Hop 1-6. Menurut warga terhitung sejak saat pagi hari aliran listrik di perumahan tersebut sudah off atau mati total. Rustam berharap PT Badak tetap menyalakan listrik mengingat didalam perumahan tersebut banyak orang tua dan anak-anak yang sebentar lagi akan masuk sekolah.

“Harusnya ada negoisasi, cari yang terbaik. Ini langsung dimatikan, ya kaget lah orang tiba-tiba listrik mati, jangankan mereka kami saja kaget karena tidak sesuai dengan RDP beberapa waktu yang lalu,” imbuhnya.

Hal senada pun diutarakan Wakil Ketua Komisi III Suhud Harianto. Ia menilai sikap PT Badak kepada Ext pekerjanya seakan sudah tidak ada lagi jalan keluar yang dapat ditempuh.

“Sangat disayangkan, nanti kami akan melaporkan hasil ini kepada ketua DPRD, dan kami akan meminta untuk dilakukan rapat kembali dengan undangan Yayasan Pensiunan Badak LNG, Direktur Utama PT Badak LNG serta PLN untuk mencari solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak,” tukasnya.# Adv