Disdik Akan Koordinasi Bangun SMA Negeri di Segah

oleh -84 views
Siswa-siswi sebuah SMU di Berau.

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co– Sejak sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menerapkan zonasi diseluruh Indonesia tahun 2018 lalu, tidak sedikit siswa lulusan SMP atau sederajat yang ingin melanjutkan ke SMA Negeri tak dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya, lantaran ditolak. Kali ini di tahun 2019 yang menjadi korban sistem zonasi tersebut, anak – anak yang berdomisli di Kecamatan Segah.

Hal ini lah membuat Pemkab Berau pusing tujuh keliling mengatasi persoalan tersebut, dan akhirnya untuk menjawab persoalan tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Berau diharapkan untuk mencari solusinya, pembangunan gedung SMA Negeri Kecamatan Segah dapat segera terealisasi.

Hal ini diketahui ketika warga dari beberapa kampung di Kecamatan Segah berkesempatan melakukan dialog dengan Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM dan Wakil Bupati Berau, H Agus Tantomo didampingi Setkab Berau, Ir M Gazali MM serta beberapa kepala OPD saat melakukan safari halal bi halal dan kunjungan kerja di Kecamatan Segah.

Bukan hanya kepala kampung, tapi orang tua dan perwakilan guru mengeluhkan penerapan sistem zonasi tersebut, lantaran anak mereka terpaksa berhenti sekolah, meski nilainya memenuhi syarat, tetapi tak dapat melanjutkan ke SMA Negeri di kecamatan terdekat, baik di Kecamatan Teluk Bayur maupun Kecamatan Tanjung Redeb, lantaran berdomisili di Kecamatan Segah.

Pada saat itu Wakil Bupati Berau, H Agus Tantomo mengatakan solusinya selain Dinas Pendidikan (Disdik) membuat kebijakan khusus, agar anak – anak yang tidak diterima di SMA Negeri di kecamatan terdekat dapat kembali sekolah.

“Ya sudahlah, kita tutup mata sajalah untuk mengatasi persoalan ini, dari pada mengikuti aturan zonasi, tetapi mengorbankan anak tidak dapat melanjutkan ke SMA Negeri,” ungkapnya.

Namun menurut Wabup Agus Tantomo, solusi lainnya di Kecamatan Segah ini harus segera dibangun gedung sekolah SMA Negeri seperti kecamatan – kecamatan yang lain. Sebab, sejauh ini yang ada di Kecamatan Segah hanya SMK. Sementara kebanyakan anak – anak yang lulus SMP dan sederajat banyak yang mengingainkan melanjutkan sekolah di SMA Negeri.

Untuk itu Wabup Agus Tantomo meminta kesiapan dan tanggapan dari Kepala Disdik Berau, Murjani yang pada saat itu hadir, dalam acara tersebut., menanggapi apa yang disampaikan Wabup Agus Tantomo, menurut Murjani, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan para kepala sekolah, untuk mencari solusi menampung para siswa yang tidak diterima di SMA Negeri Tanjung Redeb maupun di Teluk Bayur.

Solusinya lainnya, yakni membangun gedung yang baru SMA Negeri di Kecamatan Segah, agar anak – anak yang lulus SMP dapat melanjutkan sekolah di kampungnya sendiri. Prinsipnya Disdik siap mendorong pembangunan gedung SMA Negeri di Kecamatan Segah, sepanjang lahan yang ada sudah tersedia, dan sudah dilakukan pembebasan lahan.

Namun yang perlu diketahui warga, bahwa pembangunan sarana dan prasarana untuk tingkat SMA bukan lagi menjadi kewenangan Disdik Kabupaten, tetapi menjadi kewenangan Disdik Provinsi.

“Meski begitu kami tetap memperjuangkan apa yang menjadi harapan masyrakat Segah, agar segera terbangun gedung SMA Negeri di Kecamatan Segah,” Ungkapnya.

Lebih lanjut Murjani juga menjelaskan, bahwa proses pembangunan gedung baru ini tidak semudah membalik telapak tangan. Sebab, sambung Murjani sebelum dilakukan pembangunan gedung sekolah , semua harus melalui tahapan, dimana semua harus melalui proses awal yang harus dilakukan, salah satunya adalah melakukan perencanaan.

“Kalau kami dari Disdik pada prinsipnya siap mengawal pembangunan gedung sekolah seperti apa yang dikarapkan masyarakat. Yang terpenting lahannya memenuhi persyaratan, kemudian disusul dengan perencanaan, dan setelah itu dilakukan lelang pengawasan dan fisiknya,” jelasnya.

Karena pembangunan gedung sekolah ini harus disegerakan, agar terlahir generasi penerus yang memiliki sumber daya manusia yang memumpuni, untuk bersaing dan mampu menghadapadi tantangan yang akan datang, maka diharapkan Disdik Provinsi tahun ini secepatnya melakukan perencanaan pembangunan gedung SMA Negeri Segah.

“Agar proses pendididkan di Kecamatan Segah berjalan dengan baik, dan tidak ada lagi anak putus sekolah hanya gara – gara terkena dampak sistem zonasi,” pungkasnya. #Mar/adv