Saat Dilabeli “Persija”, Basuki Menjawab PSSI

oleh -1.719 views

SAMARINDA, beritakaltim.co- Ketua PDKT (Persekutuan Dayak Kalimantan Timur) yang juga Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menggoda Basuki Tjahaya Purnama (BTP) dengan sebutan Persija. Tak mau kalah mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjawab dengan istilah PSSI. Apa itu?

”Pak Basuki, saya dengan Bapak itu sama. Persija. Persatuan istri jawa,” ucap Syaharie Jaang di mimbar saat memberikan sambutan atas kedatangan Basuki ke Kota Samarinda.

Godaan Syaharie Jaang disambut gelegar tawa seluruh hadirin di Ballroom Mesra Internatiinal Hotel Samarinda, Sabtu (13/7/2019).

Syaharie Jaang awalnya menyampaikan tentang keragaman suku di Kaltim. Dia menyebut warga Dayak di Kaltim tidak pernah ada masalah dengan pendatang. Bukan hanya dari suku-suku Indonesia yang beragam, tapi juga orang asing yang bekerja dan berinvestasi di Benua Etam.

Pembauran di Kaltim sudah berlangsung alami. Pernikahan antarsuku terjadi tak ada penghalang seperti halnya Syaharie Jaang yang menikahi perempuan suku Jawa, Puji Sulistyowati.

Karena alasan begitu kondusifnya warga Kaltim kemudian Syaharie Jaang menitipkan kepada Basuki agar ikut menyuarakan pemindahan Ibu Kota negara agar Presiden Jokowi memilih Kaltim.

Basuki yang digoda dengan pelabelan “Persija” dengan penuh semangat ikut menjawabnya. Ketika mendapat kesempatan menyampaikan sambutan, Basuki yang akrab dengan panggilan Ahok itu menjawab dengan istilah PSSI.

”Tadi kalau Pak Syaharie Jaang menyebut kami Persija, sekarang saya jawab PSSI. Persatuan Suami Sayang Istri,” kata Basuki yang membuat suasana ruangan menjadi lebih segar.

Pada acara itu Basuki dan istrinya Puput N Novi dinobatkan menjadi warga kehormatan masyarakat Dayak Kalimantan Timur. Penobatan dilakukan tokoh-tokoh Dayak. Selain PDKT ada juga tokoh dan aktivis LPADKT (Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur).

BTP diberi nama Asang Lalung, sementara istrinya diberi nama Idang Bulan.

Prosesi sederhana disaksikan sejumlah tokoh Dayak. Selain Ketua Syaharie Jaang, ada juga Eddy Gunawan, Laden Mering dan lainnya.

Basuki dan istrinya berada di Samarinda sejak Jumat (12/7/2019), dengan berbagai agenda. Salah satunya mengunjungi Desa Budaya Dayak Pampang, di Sungai Siring, Samarinda.

Kedatangan Basuki disambut meriah warga Dayak di Desa Pampang. Di sana pun dia dianugerahi penghargaan sebagai warga kehormatan Dayak Kenyah. Salah satu sub etnis Dayak di Kaltim.

Tentang perpindahan ibu kota negara menjadi topik hangat di Kaltim. Seluruh komponen mengharapkan Pemerintahan Joko Widodo memilih Benua Etam yang selama ini dikenal masyarakatnya sangat terbuka dengan urbanisasi etnis-etnis dari luar Kaltim.

Itu sebabnya Syaharie Jaang menitipkan pesan agar BTP membantu aspirasi warga Dayak Kaltim agar ibu kota negara dipindah ke provinsi Kaltim.

Namun Basuki ketika menyampaikan kata sambutan langsung mengomentari bahwa dia dan istri hadir di Kaltim bukan utusan dari Presiden Joko Widodo. Jadi, aspirasi ibu kota negara tidak pas disampaikan kepada dirinya.

”Tapi kalau saya ditanya, saya juga maunya ibu kota negara dipindah di Kaltim,” ucap Basuki yang kemudian disambut aplaus meriah warga. #le