Hubungan Seks Kakak-Adik di Luwu, Warga Marah

oleh -373 views
Foto ilustrasi.

MAKASSAR- Mako Polsek Belopa di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan mendadak viral. Pasalnya, di daerah itu terbongkar sebuah kasus hubungan seks terlarang kakak-adik sampai melahirkan 2 anak dan kini hamil lagi anak ketiga. Hubungan badan sedarah yang akrab disebut inses itu membuat warga marah dan mengusir mereka.

Keterangan yang diperoleh dari kepolisian setempat, pelaku inses itu berinitial AA (38) dan adik perempuannya berinitial EI (30). Awal mulanya terjadi hubungan seksual kakak-adik itu pada tahun 2016 silam.

Si Adik EI sebenarnya sudah pernah menikah pada tahun 2013 dan dari perkawinan tersebut dikaruniai satu anak. Tapi perkawinan EI dengan pria itu tak berlangsung lama dan akhirnya mereka bercerai.

Setelah bercerai EI menikah lagi dan dikaruniai anak perempuan. Perkawinan inipun tak berlangsung lama, hanya 6 bulan. Sampai akhirnya EI yang telah bercerai dengan suami kedua memilih kembali ke rumah orangtuanya yang tinggal bersama saudara kandungnya.

Dalam keseharian sebagai seorang janda dua anak, EI mencari nafkah keluarga dengan berjualan makanan ringan di depan rumahnya. Karena sering bertemu dengan kakak kandungan AA, ‘godaan’ itu terjadi.

Menurut keterangan AA tak kuat menahan nafsunya dan mengajak adiknya berhubungan badan layaknya suami-istri pada suatu malam. Sang adik ternyata juga tidak keberatan dengan ajakan hubungan badan tersebut. Perbuatan tersebut terus berulang sampai akhirnya EI hamil dan melahirkan anak lelaki.

Tidak sampai di situ, hubungan inses masih terus terjadi sampai lahir pula anak kedua. Saat ini, ketika kasusnya terbongkar, EI sedang hamil 4 bulan dari hubungan terlarang dengan kakak kandung sendiri.

Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Faisal Syam dalam keterangan kepada Wartawan mengatakan, ketika terungkap di media sosial, warga Desa Lamunre Tengah, Belopa, Luwu, Sulsel, marah. Mereka sepakat mengusir kakak-adik itu dari kampung mereka.

Warga yang marah menggelar musyawarah dengan melibatkan polisi dan Babinsa. Hasil musyawarah itu adalah meminta pasangan inses itu diasingkan.

“Keputusan rapat warga, kedua bersaudara itu tidak boleh tinggal di kediamannya di Desa Lamunre, Kecamatan Belopa Utara,” kata AKP Faisal Syah.

Usai mengamankan, sekarang pihak kepolisian sedang berusaha mencari solusi dengan mengajak Ketua Pengadilan Agama dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Luwu untuk memecahkan masalah itu.

Sebelumnya, peristiwa nikah sedarah atau inses kakak adik yang terungkap di Sulsel terjadi di Bulukumba. Pelakunya adalah Ansar dan Fitriani, yang membuat geram warga kampungnya. Kasus itu menjadi ramai setelah istri Ansar melapor ke polisi. #