Tebing di Areal Tambang Batu Bara PT Berau Coal Longsor, 1 Pekerja Tewas

oleh -608 views
Korban Ahmad Najib Khoeroni (28), karyawan PT BUMA yang meninggal dunia setelah tertimbun longsor di areal tambang batu bara PT Berau Coal. Sumber foto: Internal perusahaan.

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Seorang pengawas operasional tambang batu bara, Ahmad Najib Khoeroni (28), meninggal dunia setelah tertimbun longsor tanah di tempat kerjanya areal perusahaan batu bara PT Berau Coal.

Kejadiannya, Minggu 28 Juli 2019, sekitar pukul 16.00. Ahmad Najib tetap bekerja meski hari Minggu sebagai karyawan PT BUMA Job Site Lati. Perusahaan ini adalah sub kontraktor PT Berau Coal yang menambang di PIT Low Wall Buma 3 Kampung Sambakungan, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Menurut keterangan rekan kerjanya di perusahan yang sama, Marga Susatya (26), sore itu dia sedang bekerja sebagai operator alat berat yang memuat batu bara. Dia sempat melihat Ahmad Najib berada di atas tebing galian yang tinggi dan sesaat kemudian terjadi kepanikan karena tanah bergerak longsor.

“Saya melihat korban loncat dan lari dari tebing yang bergerak akan longsor. Tapi dia tidak sempat menghindar lagi dan terjatuh bersamaan dengan tanah yang longsor,” cerita Marga Susatya kepada pihak perusahaan seperti dirilis dalam laporan internal perusahaan.

Setelah itu semua kekuatan dikerahkan untuk mencari dan mengevakuasi Ahmad Najib yang tertimbun tanah longsor. Tubuhnya ditemukan dalam keadaan sekarat sekitar pukul 17.00, namun nyawanya tak bisa terselamatkan setelah dibawa ke Rumah Sakit Abdul Rivai Tanjung Redeb. Korban dinyatakan meninggal pada pukul 18.30 Wita.

Korban diketahui sebagai pekerja yang ulet. Selama 9 tahun 2 bulan bekerja di tambang batu bara, dia tinggal bersama karyawan lain di Mess PT Buma Kampung Sembakung, Gunung Tabur. Sedangkan alamat asal-usul dan keluarganya di RT 04 RW 01 Desa Krajan Ponco Harjo, Kecamatan Bonang Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Pihak perusahaan, Rochmad Wahyudi, Supt External Buma Lati mengungkapkan, kini dilakukan investigasi mendalam bersama-sama tim Inspektur Tambang untuk mengetahui secara jelas penyebab kecelakaan kerja itu. Diakuinya kerja di operasional tambang batu bara memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi.

“Untuk itu pihak perusahaan selalu mewanti-wanti kepada semua pekerja harus memiliki kompetensi keselamatan yang tinggi dan bekerja sesuai dengan standar operasional keselamatan yang ketat.” ujarnya.

“Manajemen dan seluruh pekerja berduka atas kecelakaan kerja ini. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga serta kita semua yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan ketabahan menghadapi musibah ini,” ucap Rochmad Wahyudi. #le