BeritaKaltim.Co

APBD Perubahan 2019 Disahkan Rp 3,48 Triliun

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Dalam hitungan tiga hari setelah Senin (28/7) lalu, Rancanngan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (Raperda APBD-P) tahun 2019 Kabupaten Berau akhirnya Rabu (31/7) pagi, disahkan senilai Rp 3,48 triliun lebih melalui rapat Paripurna ke 10 DPRD Berau. Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Berau, Hj Sarifatul Sya’diah S.Pd M.Si dan Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM.

Dalam perubahan ini, APBD Kabupaten Berau mengalami kenaikan senilai Rp 840 miliar atau 31,80 persen dari sebelumnya. Pengesahan ini melalui rapat paripurna dengan disetujui delapan fraksi di DPRD Berau.

Sebelum disahkan, fraksi – fraksi di DPRD memberikan beberapa catatan kepada pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan melalui pandangan akhir. Seperti yang disampaikan fraksi PKS melalui M Yunus SH, mengharapkan pemerintah melalui SKPD dapat mengoptimalkan sisa waktu pelaksanaan yang ada dengan memperhatikan administrasi yang aman dan terkendali sesuai dengan apa yang telah ditetapkan.

Sementara Ahmad Rijal dari Fraksi Nasdem, menegaskan agar APBD-P ini bisa dimaksimalkan lagi. Sehingga tidak terjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang cukup besar. Untuk itu perlu dilakukan tindakan nyata dengan memaksimalkan lagi perencanaan dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (ODP). Pemkab Berau juga diharapkan dapat mengoptimalkan aset yang ada sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Setelah mendengarkan pendapat akhir fraksi-fraksi Dewan, yang pada dasarnya merupakan pandangan dan penilaian dalam bentuk catatan-catatan, Bupati Muharram menyampaikan akan menjadikan sebagai bahan evaluasi kedepannya. Ia juga menegaskan agar program kerja yang telah disepakati bersama dalam pembangunan daerah dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan. “Agar kita tidak menyimpang dari rambut-rambu yang telah disepakati,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga Muharram menyampaikan bahwa setelah pengesahan APBD Perubahan ini, dalam waktu dekat juga akan dibahas APBD 2020. Ia berharap agar pembahasan dapat selesai tepat waktu dan secepatnya disahkan.

Secara garis besar, Rancangan APBD Perubahan ini terdiri dari pendapatan daerah yang mengalami kenaikan sebesar Rp 32,3 miliar menjadi Rp 2,68 triliun lebih atau naik sekitar 1,22 persen dari sebelumnya Rp 2,64 triliun lebih.

Pendapatan bersumber dari pendapatan asli daerah direncanakan sebesar Rp 215 miliar dan dana perimbangan daerah setelah perubahan menjadi Rp 1,85 triliun lebih dari sebelumnya Rp 1,82 triliun lebih. Lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp 614 miliar.

Sementara untuk belanja daerah setelah perubahan sebesar Rp 3,48 triliun lebih, naik sekitar Rp 840 miliar atau 31,80 persen dari sebelumnya Rp 2,64 triliun lebih. Belanja tidak langsung setelah perubahan sebesar Rp 1,05 triliun lebih dan belanja langsung setelah perubahan sebesar Rp 2,43 triliun. #

Comments are closed.