Dua Gubernur Setuju Pembangunan Pipa Transmisi Gas di Kalimantan

oleh -528 views
Anggota Komisi VII DPR RI Ihwan Datu Adam dan Gubernur Kaltim Isran Noor yang menyampaikan dukungan atas proyek pembangunan pipa transmisi gas di Kalimantan.

PALANGKA RAYA, beritakaltim.co- Gubernur Kaltim Isran Noor dan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mendukung program pembangunan pipa gas Trans Kalimantan. Kesepakatan itu dituangkan dalam surat dukungan yang ditandatangani gubernur, anggota DPR RI dan anggota DPD RI, di SwissBel Danum Hotel Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (1/8/2019).

Anggota DPR RI Ihwan Datu Adam menjelaskan kepada beritakaltim.co adanya dukungan tersebut. Dukungan tertulis itu diberikan dalam acara FGD (focus group discussion) yang melibatkan unsur-unsur pemerintah, DPR RI, DPD RI dan para rektor se-Kalimantan. FGD dilaksanakan dua hari dan dibuka Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

“Alhamdulilah sudah dua gubernur menyatakan dukungan pembangunan proyek nasional pembangunan transmisi gas ini, yakni Gubernur Kalteng dan Gubernur Kaltim. Insya Allah menyusul Kalbar dan Kalsel,” kata Ihwan Datu Adam yang nampak paling bersemangat lantaran telah menjadi agenda kerjanya di Komisi VII DPR RI. Komisinya membidangi energi, kehutanan dan lingkungan hidup.

Proyek pipa transmisi gas di Kalimantan sudah digulirkan pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu. Rencananya, seperti disampaikan BPH (Badan Pengatur Hilir) Migas, dibangun pipa gas sepanjang 2.200 kilometer. Pipa gas itu menghubungkan Kaltim-Kalsel (500 kilometer), Kalsel-Kalteng (200 kilometer) dan Kalteng-Kalbar (sekitar 1.000 kilometer). Terakhir pipa menyambung dari Kalbar melintasi laut ke Natuna sekitar 500 kilometer.

Pada acara penandatangan dukungan usai FGD Gubernur Kalteng tidak ikut meneken karena diwakili Sekdaprov Kalteng Fahrizal Fitri. Namun sehari sebelumnya, Gubernur Kalteng ketika membuka FGD sudah menyampaikan dukungan terbuka atas rencana pemerintah pusat tersebut. Sugianto proyek pipa itu sangat berguna dan bermanfaat bagi Kalimatan Tengah. Dia juga mengajak seluruh gubernur di Kalimantan ikut memberikan dukungannya.

Sementara Ihwan Datu Adam yang merupakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur mengatakan, gas bumi belum dimanfaatkan secara baik. Padahal gas bumi adalah sumber energi pilihan yang lebih bersih serta ramah lingkungan dan efisien, terutama bila dibandingkan dengan Minyak atau batubara.

“Pemerintahan saat ini, melalui Menteri ESDM RI ditargetkan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik. Salah satunya pemanfaatan gas bumi untuk domestik melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2018 tentang pengelolaan yang diarahkan menuju energi berkeadilan,” ujarnya.

Pembangunan jaringan pipa gas transmisi ini, kata Ihwan Datu Adam, adalah implementasi pada 5 upaya. Pertama, untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri; Kedua, meningkatkan jumlah dan kualitas infrastruktur gas bumi; Ketiga, menjamin efisiensi dan efektifitas pelaksanaan penyediaan gas bumi sebagai sumber energi maupun bahan baku untuk kebutuhan dalam negeri; Keempat, memberikan kepastian hukum dalam berusaha bagi para Badan Usaha; dan kelima,terpenuhinya hak konsumen gas bumi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

“Dengan demikian penyediaan gas bumi wajib menjadi program prioritas pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan domestik dan mengurangi ekspor secara bertahap. Gas bumi tidak lagi dianggap sebagai komoditas ekspor semata tetapi sebagai modal pembangunan nasional,” jelasnya.

Kata Ihwan, selaku Anggota DPR-RI Komisi VII dan juga Dapil Kalimantan khususnya Kalimantan Timur yang juga bermitra kerja dengan Kementrian ESDM RI, Dirjen Migas, BPH Migas, SKK Migas dan mempunyai Peran, Tugas dan Fungsi yaitu Legislasi, Pengawasan, dan Budgeting sangat berharap dan mendukung secara tegas

Dengan pembangunan infrastruktur ruas pipa transmisi dan jaringan distribusi Gas Bumi hingga ke konsumen, lanjut mantan Wakil Bupati Penajam Paser Utara itu,akan berdampak pada 5 hal, yakni; Peningkatan ketahanan energi dan menggerakan pembangunan ekonomi serta iklim investasi di Kalimantan.

Kemudian meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi gas guna mempercepat pertumbuhan pembangunan dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan khususnya Kalimantan Timur. Juga memenuhi kebutuhan Gas Bumi di sektor Industri, Pembangkit Listrik hingga kebutuhan Jaringan Gas Untuk Rumah Tangga di segala tingkatan dan komersial serta BBG untuk transportasi Mayarakat di Kalimantan Timur.

Hal lain, mendorong Pertumbuhan Ekonomi masyarakat yang ada di Pulau Kalimantan dan terakhir menjadi energi alternatif selain Minyak dan Batubara serta dapat dinikmati oleh masyarakat sebagai energi yang lebih murah, ramah lingkungan dan berkesinambungan.

Berikut 5 kesepakatan yang sudah diteken Gubernur Kaltim Isran Noor dan Sekdaprov Kalteng, anggota DPR RI dan Anggota DPD RI di Palangka Raya.