Mahasiswi IPB ini Dibunuh Sopir Angkutan Umum Usai Diperkosa

oleh -866 views
Amelia Ulfah Sopandi, 22 tahun.

SUKABUMI- Kejahatan perampokan dan pemerkosaan dialami Amelia Ulfah Sopandi (22). Mahasiswi D3 IPB (Institut Pertanian Bogor) asal Cianjur ini ditemukan di tepi sawah, Sukabumi, Jawa Barat, sudah tak bernyawa.

Kejadian pada hari Minggu 21 Juli 2019 lalu itu akhirnya berhasil dibongkar polisi. Setelah hampir dua pekan menelusuri jejak kematian korban, pelakunya yang ternyata berprofesi sopir angkutan umum ditangkap.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo di TKP tempat penemuan jasad korban, Jalan Sarasa, Kecamatan Cibereum, Senin (5/8/2019), mengemukakan, pelaku adalah RH (25). Dia sehari-hari dikenal sebagai sopir angkutan umum Bogor-Cianjur. Dia juga diketahui sering membawa angkutan lain seperti pengantaran tabung gas dengan mobil pick-up.

Kejadiannya, kata Kapolres, bermula saat korban menaiki angkutan umum yang dikemudikan pelaku dari Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/7) malam. Saat itu sejumlah penumpang naik dan turun. Sewaktu memasuki daerah Cianjur, tersisa korban sendirian di mobil tersebut.

“RH diduga sempat menepikan kendaraannya dan menyerang korban hingga tidak sadarkan diri. Ketika memasuki wilayah Cianjur posisi penumpang kosong, kita duga pelaku sempat menghentikan kendaraannya saat membekap korban yang duduk di sebelahnya hingga pingsan,” kata Kapolres.

Dugaan polisi, awalnya pelaku ingin mengambil barang-barang korban berupa ponsel dan dompet berisi uang. Barang korban lainnya seperti tas berisi pakaian dan kotak sepatu dibuang pelaku di wilayah Gekbrong, Cianjur.

Ketika posisi korban masih dalam keadaan pingsan di dalam mobil, cerita Kapolres, timbul niat pelaku untuk memerkosa korban. Memasuki Jalan Baru Sukaraja, Sukabumi pelaku kembali menepikan kendaraannya.

“Dalam kondisi korban masih tidak sadarkan diri, di wilayah Sukabumi tepatnya di Jalan Baru Sukaraja, pelaku memerkosa korban. Saat itu tiba-tiba korban terbangun dan berontak. Melihat hal itu, pelaku panik dan nekat mencekik korban hingga tewas,” tutur Susatyo.

Penggalian informasi oleh kepolisian menyebutkan, tersangka RH setelah peristiwa pembunuhan sadis itu tetap bekerja seperti biasa. Malahan rekan-rekannya tempat biasa mangkal, tidak curiga dengan RH sebagai pembunuh.

Ketika berita pembunuhan itu diberitakan di surat kabar, RH dan rekan-rekannya sempat juga ikut membahas peristiwa tersebut. Menurut keterangan seorang karyawan agen LPG di Cianjur, RH mengomentari pembunuhan itu sadis. Dia juga mengatakan sepertinya korban diperkosa dan kemudian mayatnya dibuang. Kenalannya itu tidak mencurigai sama sekali kalau RH pelakunya.

“Dari raut wajah terlihat santai, seperti dia bukan pelakunya. Tapi memang tampak sedikit resah, dari posisi duduknya ketika di warung yang berpindah-pindah. Memang berbincang tapi seperti memikirkan hal lain,” ungkap dia.

Hingga saat ini polisi belum membuka motif di balik aksi pembunuhan itu. Dokter Forensik Nurul Aida Fathia sempat menyebut luka yang diderita korban akibat adanya kekerasan tumpul. Tidak ditemukan bekas senjata tajam, hanya ada kekerasan tumpul bukan benda tumpul ya terdapat di wajah dan lengan.

Selain luka tersebut, ditemukan juga kekerasan tumpul di bagian rahang korban. Meskipun begitu Nurul tidak menerangkan apakah luka itu diperoleh karena bekapan atau cekikan. Kemudian terdapat darah di kemaluan korban, Nurul belum bisa memastikan darah tersebut apakah akibat adanya persetubuhan atau bukan. Dia menunggu hasil laboratorium forensik selama 2 x 24 jam. #