Bentrok dengan Pemuda, Oknum Satpol PP Samarinda Diduga Mabuk

oleh -155 Dilihat
Silverster ketika melaporkan kasus kekerasan oknum Satpol PP Kota Samarinda ke Mapolresta Samarinda.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Akhirnya 8 korban pemukulan dan tindak kekerasan oleh oknum Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kota Samarinda melaporkan peristiwanya ke Mapolresta Samarinda. Sebanyak 4 oknum Satpol PP dianggap bertindak di luar kewenangan, namun tidak diketahui apakah oknum tersebut dalam keadaan mabuk.

“Kalau soal mabuk itu saya tidak tahu Bang. Hanya kami memang merasa kok petugas bertindak kasar seperti itu. Waktu kita ajak dialog ada yang gak nyambung,” ujar Yogi Prasetyo Putra, salah seorang korban kepada beritakaltim.co, Sabtu (10/8/2019) siang.

Kasus bentrokan itu sudah dilaporkan kepada petugas di Mapolresta Samarinda, Sabtu (10/8/2019) siang. “Kami berharap cepat diproses perkara ini,” ucap aktivis dari PMKRI Samarinda itu.

Dalam surat tanda terima laporan dari Mapolresta Samarinda tertera pelapornya adalah Silvester Hengki Sanan yang mengalami luka di wajah. Dengan masih berbalut perban di bagian wajahnya, laporan Silvester bersama teman-temannya diterima Ipda Pol Ilham.

Yogi menjelaskan, Jumat (9/8/2019) menjelang tengah malam itu ada 4 mobil mengangkut sekitar 100 petugas Satpol PP mendatangi tempat hiburan dan olahraga biliar Atta 88 di Jalah KH A Wahid Hasyim, Sempaja Selatan, Samarinda Utara.

Usai merazia tempat bermain biliar, petugas Satpol PP mendatangi sebuah warung kopi yang sedang ramai anak muda di dekat tempat biliar tersebut. Petugas datang dengan kasar dan teriak meminta anak-anak muda menunjukkan identitas KTP. Karena dikasari oleh oknum petugas para pemuda aktivis organisasi mahasiswa itu tidak terima, hingga terjadi adu fisik.

“Kami sedang diskusi kecil sambil ngopi di situ. Tidak ada perbuatan kami yang melanggar hukum, tetapi kok oknum Satpol PP jadi beringas. Kami juga heran, apa salah kami,” tutur Yogi.

Apalagi kemudian oknum Satpol PP itu main pukul, menyeret dan membawa anak-anak muda itu ke Kantor Satpol PP. Akibat bentrokan, Yogi bersama 7 rekannya mengalami kontak fisik. Dari para pemuda ada yang keseleo, memar dan luka kaki.

Para korban yang kini mengadu ke Polresta Samarinda, masing-masing adalah Yohanes Richardo N.W (Kader GMNI Samarinda), keseleo bagian lengan kiri. Silvester Hengki (Kader PMKRI Samarinda), pelipis pecah dan bagian muka sobek. Silva Sagor (Kader GMNI Samarinda), memar bagian tangan, paha, kepala dan muka.

Kemudian Yogi Prasetyo Putra (Kader PMKRI Samarinda), bagian belakang kepala luka-luka, memar bagian leher, pinggang belakang, dan luka dibagian kaki. Aleks Bajo (Alumni GMNI Kutim), Angelus Onesimus (Kader PMKRI Samarinda), Michael Masi Sarwaji (Kader PMKRI) dan Wahyu yang mengalami kontak fisik bagian tubuh.

Tentang ulah oknum Satpol PP yang beringas tersebut, Yogi dan kawan-kawan mengakui ada keanehan dengan tingkah oknum saat memeriksa identitas KTP. Misalnya saat memeriksa KTP milik Alex Bajo yang berasal dari Kutai Timur. Oknum Satpol tadi tanpa meneliti lebih jauh mengatakan KTP itu sudah tidak berlaku, sehingga terjadi cekcok.

Sampai akhirnya datang teman oknum Satpol PP itu menengahi dan memeriksa KTP Alex. Sebab ternyata KTP Alex tidak bermasalah dan sudah e-KTP berlaku seumur hidup.

Keanehan kedua, ketika Silva Sagor hanya menunjukan kartu identitasnya berupa KTM (Kartu Tanda Mahasiswa). Waktu itu Silva mengatakan hanya punya KTM, tapi oknum Satpol PP rupanya mendengar penyebutannya ATM sampai akhirnya marah-marah seolah tersinggung sambil berkata; “Berapa duit mu?”

“Jadi, ya aneh saja, Tapi kami tak berani mengatakan apakah mereka sedang mabuk,” kata Yogi.

Ketika melaporkan ke Mapolresta Samarinda, para korban sudah sepakat menguasakan masalah hukum itu kepada Kuasa Hukum Hilarius Moan Jong SH MH dan Ignasius Bernad Marbun SH.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda H Darham sudah berusaha dihubungi, namun tidak memberikan jawaban atas pemberitaan media ini. #le

Ini 8 korban kekerasan oknum Satpol PP Kota Samarinda.

Korban Luka
1. Silvester Silva Sagor (GMNI)
2. Silvester Hengky Sanan (PMKRI)
3. Yogi Prasetyo Putra
4. Ricardo

Korban Memar
1. Wahyu
2. Alex Bajo
3. Masi Sarwaji
4. Angelus Onisimus

No More Posts Available.

No more pages to load.