Aksi Solidaritas dari Samarinda untuk Mahasiswa Papua

oleh -341 views
Demo mahasiswa untuk solidaritas kasus rasisme yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Foto: Herimen

SAMARINDA, beritakaltim.co- Kejadian Rasisme yang terjadi di Surabaya yang menimpa mahasiswa/i dari Papua mendapat respon dari sejumlah mahasiswa Samarinda yang tergabung dalam “Aliansi Lawan Rasisme” (ALR).

Puluhan mahasiswa melakukan unjukrasa damai di simpang empat Mal Lembuswana, Rabu (4/9/2019) siang.
Masa membentangkan spanduk yang bertuliskan kalimat yang mengecam tindakan rasisme.

Sembari bergiliran orasi sebagaian anggota masa membagikan selebaran yang berisikan tuntutan yang mereka sampaikan.

Humas aksi itu, Ricardo, menjelaskan bahwa aksi mereka adalah sebagai bentuk solidaritas terhadap kejadian rasis yang menimpa mahasiswa Papua di Jawa, serta menyadarkan masyarakat bahwa rasisme adalah perbuatan yang tidak mencerminkan kemanusiaan.

“Aksi yang tergabung dalam aliansi lawan rasis merupakan bentuk dukungan moral dan solidaritas terhadap mahasiswa papua yang mengalami tindakan rasis. Kami juga mengajukan beberapa tuntutan, salah satunya tarik militer dari tanah papua,” ungkap Ricardo.

Berdasarkan selebaran yang ditulis oleh masa aksi, terdapat 8 point yang menjadi tuntutan yakni persatuan rakyat tertindas lawan rasisme, tangkap, adili, penjarakan pelaku pelanggaran Hak Asasi Manusia, Hentikan pemblokiran akses telekomunikasi di Papua.

Lalu, bebaskan seluruh aktivis Papua, hentikan intimidasi terhadap rakyat Papua, tarik militer dari tanah Papua dan Demokrasi sejati bagi rakyat Papua.

Saat disinggung terkait apakah tarik militer dari Papua merupakan solusi agar Papua bisa kondusif, Ricardo mengatakan bahwa pemerintah harus mengedepankan pendekatan humanisme dan membuang militerisme.

“Pendekatanya harus humanisme, makanya kami minta disalah satu tuntutanya adalah tarik militer dari papua,” tutup Ricardo sembari mengambil alat pengeras suara untuk melanjutkan orasi. #Hr