Pembangunan IPAL Bermanfaat untuk Masyarakat

oleh -131 views
Setelah IPAL komunal dibangun, kemudian dicat dengan gambar warna-warni juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat bermain anak-anak, dan tempat aktivitas warga, lingkungan jadi terlihat bersih dan tidak kumuh.

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Tidak hanya membangun infrastruktur besar seperti jalan, jembatan, drainase, irigasi dan bendungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) juga membangun infrastruktur dasar seperti air minum, ketersediaan akses air minum, sanitasi dan penataan permukiman akan berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman, Pemkab Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Rusdi S.T. Mengatakan, pembangunan infrastruktur sanitasi dan persampahan seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah, maupun melalui program pemberdayaan masyarakat seperti Sanimas (Sanitasi Berbasis Masyarakat) yang dikerjakan oleh DPUPR akan memberi manfaat kepada masyarakat.

Masalah sanitasi bukan semata masalah ketersediaan infrastruktur, namun juga sangat bergantung pada pola perilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. “Persepsi masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan masih belum menjadi kebutuhan. Praktek buang sampah dan limbah BAB sembarangan masih terjadi di beberapa tempat,” katanya.

Untuk meningkatkan cakupan akses sanitasi, DPUPR mendorong kolaborasi pendanaan non APBN yang prioritas penanganannya dilakukan pada wilayah yang belum memiliki sanitasi yang layak. Salah satunya adalah Program Sanimas.

IPAL tersebut sebagian sudah terbangun dan dimanfaatkan sebagai tempat penampungan dan pengolahan limbah komunal . Lokasi tersebut menjadi salah satu pusat konsentrasi permukiman penduduk sangat memerlukan fasilitas pengolahan limbah agar kondisi kesehatan lingkungan dapat terjaga.

Dalam pembangunan IPAL, dengan melibatkan masyarakat sejak tahapan perencanaan, msayarakat dapat menggunakan dan memelihara IPAL yang sudah dibangun sehingga mampu mengubah perilaku hidup masyarakat yang tadinya membuang sampah tidak pada tempatnya, dan Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Dengan demikian berkontribusi dalam penyehatan lingkungan sekitar dan mengurangi tingkat kekumuhan,” ungkapnya.

Rusdi mengatakan, sebelum adanya IPAL, lingkungan terlihat kumuh dan bau. Hal ini disebabkan sampah yang dibuang sembarangan dan pembuangan air limbah dan septic tank langsung ke drainase yang ada di lingkungan warga.

“Dulu hampir seluruh warga yang tinggal di pinggir drainase membuang limbah septic tank ke sungai. Kemudian setelah dibangun IPAL yang kemudian dicat dengan gambar warna-warni juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat bermain anak-anak, dan tempat aktivitas warga, lingkungan jadi terlihat bersih dan tidak kumuh.

“IPAL ini dulunya menjadi tempat pembuangan sampah warga. Setelah menjadi IPAL warga menjadi lebih sadar lingkungan dengan membuang sampah ke penampungan terdekat. Jadi manfaatnya berlipat yang dirasakan masyarakat. Masyarakat sudah tidak buang sampah dan buang limbah sembarangan lagi, dan lingkungan menjadi lebih bersih, sehat dan tidak kumuh,”pungkasnya.  #Roz