Jambore Anak di Berau, Hak – Hak Anak Wajib Dipenuhi

oleh -265 views

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co– Kelurahan Karang Ambun dan Kelurahan Sei Bedungun bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Pendudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) menggelar Jambore Anak tahun 2019. Kegiatan dipusatkan di BBL Sambaliung, Selasa (10/9) pagi, yang dibuka secara resmi Wakil Bupati Berau, H Agus Tantomo.

Pelaksanaan jambore anak ini merupakan rangkaian dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional. Kegiatan ini mengambil tema ‘Satu Dekade FAN Tujuan Kita Berbeda Kita Bersaudara Bersama Kita Maju’. Berbagai kegiatan outbound juga akan dilaksanakan dalam jamboree anak ini.

Jambore anak ini sebagai pengembangan sistem pembangunan berbasis hak anak sebagai salah satu implementasi konvensi anak. Pemenuhan dan perlindungan anak. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini pemenuhan hak anak ini bisa terwujudkan, minimal dimulai dari tingkat kelurahan hingga akhirnya kabupaten.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Berau, H Agus Tantomo menegaskan bahwa pemenuhan hak-hak anak ini merupakan seusatu yang wajib dipenuhi. Mengingat anak ini merupakan generasi penerus yang kedepannya akan melanjutkan pembangunan di daerah.

“Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia pada tahun 2020 hingga 2030 memiliki bonus demografi. Dimana usia produktif yang berumur 20 hingga 45 tahun mendominasi pendudukan Indonsesia sebesar 65 persen. Jadi anak-anak saat ini harus kita berikan pembekalan sehingga menjadi generasi yang cerdas dan kuat. Kalau itu bisa kita wujudkan maka Indonesia bisa menjadi yang kuat, sementara kalau tidak bisa maka Indonesia menjadi Negara yang lemah,” katanya.

Sejauh ini disampaikan Agus masih banyak hak anak yang belum terpenuhi. Salah satunya hak anak untuk mendapatkan identitas. Di beberapa tempat masih ada anak-anak yang belum memiliki akte kelahiran yang merupakan identitasnya sebagai warga Negara.

“Persoalan ini menjadi rentetan masalah yang akan merugikan anak itu sendiri. Tidak punya akter kelahiran maka tidak bisa sekolah, hingga akhirnya anak itu terjerumus ke dunia hitam dan menjadi pelaku. Persoalan ini sudah sering terjadi,” katanya.

Agus juga mengingatkan pada saat ini tantangan terhadap perkembangan anak sangat luar biasa banyaknya. Khususnya dari dunia sosial media. Yang tidak bisa terpantau secara maksimal oleh orang tua, guru maupun keluarga. “Di sini saya ajak anak-anak sekalian untuk bisa bersama-sama membentengi diri. Gunakan sosial media dengan bijak dan positif sehingga mendapatkan pengalaman dan ilmu yang bisa diterapkan dikehidupan kita,” pungkasnya. #Roz