Unjukrasa, Pedagang K-5 di Folder Air Hitam Minta Solusi Wali Kota

oleh -125 views
Aksi massa membela pedagang kaki lima di kawasan folder Air Hitam yang digusur tanpa solusi oleh Satpol PP.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Folder Air Hitam, Rabu (11/9/2019), menggelar aksi di depan rumah jabatan Walikota Samarinda.

Aksi digelar dilatarbelakangi penggusuran lapak Pedagang Kali Lima (PKL) di Kawasan Folder Air Hitam oleh pihak Satpol-PP beberapa hari lalu.
Massa mendamping para pedagang menuntut keadilan serta meminta solusi kepada Walikota Samarinda, Syaharie Jaang.

Hidayat, Korlap aksi menyebutkan penggusuran tersebut telah menghilangkan mata pencaharian masyarakat yang mayoritas tidak mampu. Mereka menilai penggusuran tersebut diskriminatif.

“Pedagang di sana sekarang kehilangan pekerjaan, tidak bisa memenuhi kebutuhannya. Di lain sisi, kebanyakan dari mereka ini tidak memiliki suami lagi, bergantung dengan pekerjaan itu. Yang dibongkar juga tidak semua, artinya ada diskriminasi disini,” tuturnya.

Aksi yang berlangsung damai ini membawa tiga tuntutan, diantaranya; memberikan tempat yang layak kepada PKL, PKL butuh dibina bukan dibinasakan dan menuntut penegakkan Perda PKL berdasarkan UU NO. 19 tahun 2001.

Kepada Wartawan, Kasdin, Humas aksi menyebutkan seharusnya pemerintah kota memberikan tempat yang layak kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) serta tidak tebang pilih dalam penegakan Perda.

“Kalau kami kaji, persoalan PKL telah diatur dalam Peraturan Kementerian Dalam Negeri No. 41 Tahun 2012, mengenai pemberdayaan dan pembinaan PKL. Penegakan perda di Kota Samarinda juga tidak berpihak kepada masyarakat PKL, dimana ada tebang pilih dalam penegakan Perda,” tuturnya.

Setelah satu jam berlangsung, Mifta, selaku Asisten Kesbangpol Kota Samarinda menemui massa aksi yang menginginkan segera bertemu dengan Walikota Samarinda.

“Pak Wali tidak ada di tempat, saya akan hubungi ajudan pak wali untuk menentukan waktu pertemuan, namun saya tidak janji kapan pertemuannya,” terangnya.

Diwawancarai terpisah, Hariyati, salah satu pedagang mengatakan, pembongkaran PKL Folder Air Hitam sudah terjadi dua kali. Tepatnya pada 17 Juli dan 5 Agustus lalu. Hariyati mengatakan pembongkaran pertama karena alasan kumuh.

“Kami juga pernah ketemu dengan Pak Tejo, Asisten Pemkot, katanya nunggu keputusan Walikota. Kami terpaksa jualan lagi, sewa rumah terus jalan, anak – anak sekolah, perut lapar,” tuturnya.

Hariyati juga menegaskan pihak pedagang hanya ingin dibina serta diberikan lokasi untuk berjualan kembali. Aksi berakhir pada pukul 11.00, masa membubarkan diri dengan tertib. #Hr