Sutomo Jabir dari Kutai Timur Ikut Konferensi Insinyur ASEAN

oleh -120 views
Sutomo Jabir saat dikukuhkan sebagai insinyur yang setara dengan para insinyur se ASEAN.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Para insinyur mengadakan konferensi skala ASEAN. Namanya Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-37 di Arena Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (12/9/2019). Salah satu peserta dalam acara tersebut berasal dari Kalimantan Timur, yakni Sutomo Jabir, insiyiur dari Kutai Timur yang kini menjadi anggota DPRD Kaltim.

“Jelas saya bangga, karena melalui organisasi CAFEO ini insinyur se Asean termasuk yang di indonesia, sudah diakui setara dan mempunyai kemampuan yang sama. Saya juga dikukuhkan sebagai salah satu insinyur yang setara dengan insinyur lain se Asean,” ujar Sutomo Jabir kepada beritakaltim.co yang menghubunginya via telepon, Kamis (12/9/2019) sore.

Sutomo Jabir.

Dari pertemuan para insiyur itu, kata Sutomo Jabir, para insinyur bisa bertukar karya.Acara itu sendiri dibuka oleh Presiden Joko Widodo yang juga seorang insinyur.

Menurut Sutomo Jabir, ajang yang mempertemukan para insinyur se Asean tersebut dilaksanakan tiap tahun di negara yang berbeda.

“Tahun lalu di Singapura dan tahun ini di Indonesia. Sementara tahun depan akan dilaksanakan di Brunei Darussalm,” tambahnya.

Sutomo Jabir berharap ke depan insinyur-insinyur Indonesia semakin tangguh dan semakin lebih mantap dalam berinovasi dalam rangka mengawal percepatan pembangunan nasional.

“Mudah-mudahan insinyur indonesia semakin tangguh dan semakin lebih inovatif dalam mengawal percepatan pembangunan nasional,” tutur Sutomo Jabir.

Untuk diketahui, Persatuan Insinyur Indonesia (PPI) bersama Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) berhasil membawa Indonesia menjadi anggota Washington Accord. Artinya lulusan sarjana (S1) program studi teknik yang telah diakreditasi IABEE setara dengan lulusan prodi teknik di negara-negara anggota Washington Accord.

Pada acara CAFEO ke-37 Presiden Jokowi mendapat penghargaan tertinggi dari organisasi insinyur 10 negara ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO). Menurut Ketua AFEO yang juga Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Heru Dewanto, penghargaan itu merupakan penghormatan tertinggi yang diberikan kepada kepala negara untuk layanan dan kontribusi untuk profesi insinyur dan teknologi di negara mereka.

“Berkat berlakunya Undang-Undang Teknik, sekarang profesi Insinyur semakin kuat untuk maju, ini merupakan kontribusi luar biasa bagi para insinyur Tanah Air yang benar-benar bekerja di balik setiap proyek infrastruktur, dalam Perkembangan besar-besaran dan dampak positifnya di negara ini membuat Presiden Jokowi mendapatkan penghargaan ini,” lanjutnya.

Selain Jokowi, penghargaan juga diberikan kepada Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad dan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. #Hr/le