Maju Pilwali Samarinda, Begini Cara Zairin Zain Menaikkan Popularitas

oleh -209 views
Zairin Zain, berbincang dengan Wartawan di Samarinda.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Salah seorang bakal calon kandidat Wali Kota Samarinda Zairin Zain mengakui akan menempuh dua jalur agar masuk sebagai calon yang didaftarkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum). “Rencana kuatnya dari jalur independen, tapi jalur partai juga tak menutup kemungkinan,” kata dia.

Bertemu dengan sejumlah Wartawan di sebuah restoran, Kamis (12/9/2019), mantan Kepala Bappeda Kaltim yang baru saja masuk masa pensiun itu bercerita bagaimana aktifitasnya memasuki dunia politik. Meski belum bergabung dengan salah satu partai politik, dia mengakui kini agendanya cukup padat. Tiap hari dia ‘bergerilya’ bersilaturahmi dengan berbagai pengurus organisasi, tokoh-tokoh masyarakat dan juga para politisi.

“Jadi, setelah saya pensiun. Bukan pensiun beneran, istirahat kerja. Malah cukup menguras tenaga juga terjun ke dunia politik ini,” ceritanya, sambil tersenyum.

Masa bertugasnya sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) berakhir sejak 1 Agustus 2019. Jadi, praktis belum satu setengah bulan dia memasuki masa purnatugas. Dia langsung tancap gas mensosialisasikan diri kepada masyarakat. Baliho dan bilboard yang memampangkan foto dan namanya tersebar diberbagai pelosok Kota Samarinda.

Dia juga membentuk Posko Zairin Zain Center yang mengambil sekretariat di kawasan strategis, yakni Voorvo Samarinda. Struktur organisasi tim Zairin Center terpajang di dinding sekretariat, lengkap dengan nama-nama pengurusnya.

Zairin Zain, bakal calon Wali Kota Samarinda.

“Kami masih memperkuat basis. Menjaring kawan-kawan, simpatisan untuk terlibat dalam tim kemenangan di kecamatan, kelurahan dan juga di TPS (Tempat Pemungutan Suara),” ungkap tokoh yang pernah jadi Pejabat Sementara Wali Kota Samarinda ini.

Sebagai seorang birokrat yang lama menggeluti dunia perencanaan pembangunan di pemerintahan, Zairin nampak fasih berdiskusi masalah manajemen organisasi. Menurutnya, saat ini adalah tahap di mana dia harus menaikkan popularitas. Dia menyadari, popularitasnya cukup tinggi di segmen aparat sipil pemerintahan, sedangkan segmen lain di masyarakat masih lemah. Padahal segmen masyarakat itu adalah pasar tertinggi untuk meraup suara.

“Sekarang bergerak saja ke masyarakat. Sampai bulan Pebruari 2020 nanti KPU membuka pendaftaran calon. Dalam beberapa bulan ini kami berusaha agar popularitas naik, sehingga ketika partai-partai melakukan survei kandidat nama kita masuk dalam hasil survei,” ujarnya.

Sejak awal, Zairin Zain sudah punya tekad maju dari jalur independen. Itu sebab, yang dilakukan pertamakali dalam rencana maju ke Pilwali adalah mencari calon pasangannya sebagai bakal calon wali kota Samarinda. Sebab pendaftaran calon independen punya syarat pengumpulan KTP (Kartu Tanda Penduduk) dari pendukung. Nah, ketika mengumpulkan KTP warga, yang disampaikan ke masyarakat adalah nama pasangan calon, bukan individual.

“Saat ini kan kita mengumpulkan KTP warga. Nah, kita harus jelaskan kepada masyarakat bahwa ini kami berpasangan calon wali kota dan wakil wali kota,” ujar Zairin.

Sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015, Pasal 42, tentang pilkada, calon mengumpulkan dukungan berupa KTP sebanyak 6,5 hingga 10 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu sebelumnya. Jumlah DPT Samarinda pada Pemilu 2019, sebanyak 557.051 pemilih. Artinya Zairin – Sarwono harus mengumupulkan setidaknya 7,5 persen atau sekitar 41.779 KTP. Zairin mengatakan agar posisi aman saat mendaftar di KPU, timnya sekarang bergerak mengumpulkan 45 ribu KTP.

Dari sejumlah nama yang mulai bermunculkan meramaikan bursa Pilwali, Zairin merasa punya cemistry dengan Sarwono Hidayat, anggota DPRD Kota Samarinda dari Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Ternyata pula Sarwono bersedia berpasangan dengan Zairin Zain.

Apakah PKS merestui Sarwono maju dari jalur independen?

Zairin Zain tak mampu menjawabnya. Karena memang bukan dalam kapasitasnya untuk masuk ke urusan rumah tangga PKS. Namun, Zairin berharap PKS menjadi pengusung mereka berdua, meskipun pada akhirnya Zairin-Sarwono maju dari jalur independen.

Opsi lain, Zairin Zain – Sarwono Hidayat diusung partai politik. Itu sebabnya, ketika partai-partai politik membuka pendaftaran calon kandidat, dia ikut pula mendaftar. Parpol yang telah membuka pendaftaran adalah Golkar, PDIP, PAN dan Demokrat.

“Nanti kan ada survei. Kalau hasil survei menguatkan nama saya dan pak Sarwono, saya kira partai-partai juga mau mengusung kami,” analisa Zairin.

Saat ini, tim Zairin Zain belum memakai jasa konsultan politik. Tapi, pada saatnya dia mengakui jasa konsultan itu diperlukan agar pergerakan menuju kemenangan tepat arah. “Sekarang, ya naikkan popularitas dulu lah. Bantu kawan-kawan media ya?”

Jika bermain di basis, Zairin Zain dianalisa beberapa pengamat bakal menjadi salah satu yang terkuat dari calon kandidat yang mulai bermunculan. Pertama, dia asli Kutai dan perjalanan hidupnya dihabiskan di Kota Samarinda. Dia kelahiran Tenggarong, 14 Juli 1959.

Semasa muda bergabung dengan Koran Meranti yang dipimpin Alm Hifnie Efendi. Di koran itu dia bersama dengan Adi Darma, mantan Wali Kota Bontang. Tidak heran kalau dia akrab di kalangan Wartawan, khususnya PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) karena tercatat sebagai salah satu anggota. Beberapa kali event Porwanas (Pekan Olahraga Wartawan Nasional) Zairin Zain mewakili PWI Kaltim untuk pertandingan Tenis.

Dorongan untuk maju dalam Pilwali Kota Samarinda, kata Zairin, realistis karena dia ingin berbuat lebih banyak untuk membangun kota ini. Sejak di Bappeda Kaltim, dia tertarik untuk memberesi masalah tepi Sungai Karang Mumus yang dianggapnya menjadi salah satu penyebab banjir di kota Tepian. Itu sebabnya, ada progres yang dibuatnya di level Pemprov seperti pengerukan sungai agar lebih dalam.

“Hanya memang anggarannya belum maksimal. Tapi, kalau progresnya sudah ada,” tutur dia.#