Kisah Yuniarti, dari Asesoris dan Kue Membantu Ekonomi Keluarga

oleh -156 views

SAMARINDA, beritakaltim.co- Menekuni sebuah hobi memang mengasyikan, apa lagi kalau hobi tersebut bisa buat isi kantong bertambah. Hal inilah yang dirasakan Yuniarti, wanita kelahiran 22 April 1976 yang tinggal di Samarinda. Dari hobi membuat aksesoris seperti bros, tempat tissu, bunga dari sabun dan berbagai aneka kue, dia sekarang menikmati keuntungan karena penghasilan bertambah.

Hasil pekerjaan kreatif tangannya dia share di media sosial, facebook. Dari sana kemudian dia banyak mendapat respon dari rekan-rekannya yang berteman di media sosial itu.

“Awalnya saya suka share di fb cuma buat kenang-kenangan aja, tapi sering ada teman tertarik dan akhirnya membeli. Senang sih ternyata hasil tangan saya disukain orang,” cerita wanita yang akrab dipanggil Yuyun ini.

Bisa menekuni hobi yang ia dapat dari mengikuti beberapa kursus keterampilan di Surabaya, dilakukannya karena ia memang sangat senang dengan berbagai jenis asesoris dengan bentuk yang unik.

“Memang saya sempat mengikuti kursus sih buat asesoris dan kue. Selebihnya sih hasil belajar di youtube. Ada jenis makanan yang baru muncul, saya suka cari di google, coba deh. Seringnya sih begitu,” cerita ibu dari Mifta dan Kayla ini.

Menurutnya, sebagai seorang ibu dia berusaha menyiasati kegemaran anak-anaknya belanja berbagai makanan. Dia kemudian sering membuat berbagai aneka cemilan dan hasilnya selalu menshare di medsos.

Dari share yang dilakukan itu ada muncul tanggapan dari teman temannya, bahkan tidak jarang ada yang secara khusus minta dibuatkan. “Biasa lah anak sukanya jajan, jadi dari pada mereka belanja di luar, saya ajak mereka buat sendiri. Selesai buat, saya memang suka foto-foto dan simpen di fb. Eh, ada aja yang tertarik, pengen dibuatin, kalau gak lagi sibuk dan mod, oke saya buatin. Kalau gak, ya saya tolak,” ceritanya.

Dari kegemarannya membuat asesoris dan kue, beberapa tempat sempat memberikan tawaran agar saya serius menekuni usaha ini, namun ia menolak karena tidak ingin waktunya banyak tersita diusahanya. Alasannya, dua anaknya yang sudah memasuki remaja terbilang manja, mereka tidak ingin orang tuanya sibuk dan pada akhirnya mengabaikan mereka.

“Anak saya biar sudah pada gede tapi manja, mereka gak suka kalau orang tuanya terlalu sibuk. Kalau saya serius buat toko, artinya saya harus full terjun usaha ini. Otomatis waktu buat mereka berkurang. Jadi yah gak usah, begini juga hasilnya sudah lumayan bisa nambah penghasilan,” tukasnya.

Kue buatan Yuniarti yang diberi label M&K.

Yunuarti menceritakan, iya tergolong orang yang gak bisa diam. Apa lagi saat anak anaknya lagi tidak di rumah. Dia lebih senang menghabiskan waktunya dengan hobinya yang bisa menghasilkan. Misalnya mencoba berbagai macam resep kue. “Seperti membuat puding, itu asli saya belajar sendiri dan ternyata hasilnya lumayan lah, apa lagi banyak orang yang suka,” ceritanya.

Dari hobi yang dia tekuni, istri dari Sofianur ini mengaku bisa membeli barang-barang kesukaannya tanpa harus minta ke suami. “Asiknya tuh saya gak perlu minta suami kalau pengen beli sesuatu barang yang saya suka. Tapi ya tetap izin kalau mau beli. Yang paling bikin hati seneng itu saat saya bisa kasih hadiah suami barang branded dan pake uang sendiri,” tutur ibu cantik ini seraya tertawa.

Bertahun-tahun menekuni dan menjual buat tangan kreatifnya secara online, hasil karyanya memberikan berbagai pengalaman yang menjadi pelajaran.

“Banyak pengalaman sih tapi yang bikin berkesan pernah suatu hari ada yang pesan puding, mau diambil jam 12, sebenarnya sih jam 8 pagi sudah selesai. Tapi pas mau dikeluarin dari cetakan eh ditabrak kucing tumpah dan pudingnya hancur. Sebenarnya sih bisa aja saya batalin pesanan dan mengembalikan uangnya, tapi kan ini masalah kepercayaan, akhirnya ambil jurus kaki seribu aja dah, buat lagi alhamdulilah puding siap tepat waktu. Ada lagi yang lucu. Ada orang pesan kue. Waktu diantar eh orangnya pergi, disuruh kasihkan anaknya, uang mau ditrasfer, hehehe. Sudah 3 tahun gak ditransfer juga, yah sudah lah dah resiko,” ucapnya sambil tertawa lucu.

Meskipun ia tidak serius menekuni hobinya, Yuyun dan putri-putrinya tetap memberi merek di setiap hasil karyanya dengan nama M&K Colletion, yang diambil dari nama putrinya Mifta dan Kayla.

“Awalnya sih mau saya kasih nama my mommy, tapi anak maunya M&K collection, jadi dah sampai sekarang kita pake merek itu. Jadi pas jalan ada yang pake asesoris dengan merk M&k rasanya senang banget,” tandas Yuyun lagi.

Menuntaskan pendidikannya di akademi bahasa asing, memang gak nyambung dengan hobi yang ditekuninya. Namun menurutnya kreatifitas itu tidak harus sejalan dengan pendidikan formal. Asalkan bermanfaat untuk keluarga dan orang lain, kenapa tidak dijalankan. Yang penting waktu tidak terbuang dengan percuma. Ada hasil dan bisa membuat orang lain senang. #RH