BeritaKaltim.Co

Muharram: Waspadai, Anak Muda Sekarang Ada yang Berani Memakai Kaus Palu Arit “

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Berau, digelar dalam satu upacara di halaman Kantor Bupati, Selasa (1/10). Dalam pelaksanaan upacara tersebut Bupati Berau, H muharram S.Pd MM bertindak sebagai inspektur upacara.

Berdasarkan pedoman penyelenggaraan upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tahun ini Hari Kesaktian Pancasila mengambil tema “Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia”.

Upacara yang dimulai sekitar pukul 07:30 Wita ini diselenggarakan secara sederhana, khidmat, dan tertib, diikuti Forkopimda, para pejabat, kepala dan perwakilan OPD jajaran, serta siswa dan tamu undangan lainnya. Dalam Upacara ini Wakil Bupati membacakan naskah Pancasila, diikuti seluruh peserta.

Sedangkan Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap membacakan naskah Pembukaan Undang Undang Dasar 1945. Hari Kesaktian Pancasila sendiri merupakan ekspresi berkabung bangsa Indonesia atas tragedi penculikan dan pembunuhan kepada 7 Pahlawan Revolusi.

Hal ini erat kaitannya dengan Gerakan 30 September (G30S) yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan Presiden Sukarno, dan mengganti idiologi negara Pancasila menjadi komunis. Pada tanggal 30 September 2019 bendera berkibar setengah tiang. Hal ini untuk mengenang gugurnya tujuh Pahlawan Revolusi. Sedangkan, tanggal 1 Oktober 2019 pukul 06.00 bendera berkibar satu tiang penuh.

Usai memimpin upacara kepada awak media Muharram berpesan, bahwa Pancasila sepanjang negeri ini merdeka itu sudah teruji bahwa persatuan dan kesatuan bangsa, bisa dirajut dengan baik untuk membangun bangsa yang berperadaban unggul yakni, bangsa yang mampu menunjukan karakter dan jati dirinya tanpa harus kehilangan kesempatan dan kemampuan berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain.

“ Namun yang perlu diwaspadai menurut pemahaman saya, ketika dulu kita anti PKI, tetapi saat ini sudah longgar dengan mangatasnamakan hak asasi manusia, idiologi saat ini makin berkembang, bahwa anak muda sekarang sudah berani memakai kaos bergambarkan palu arit,” tegasnya.

Diungkapkan juga, dulu dijaman Suharto menerapkan ketuhanan yang maha esa, betul – betul negara Indonesia negara yang berketuhanan yang maha esa. Namun saat ini paham – paham banyak yang diakomodir, dan ini yang harus menjadi diskusi anak bangsa demi kelangsungan Indonesia yang kondusif, damai, aman dan tentram. “ Jangan sampai nilai – nilai Pancasila mengalami degradasi, dan salah penafsirkan serta keliru dalam dalam mengimplementasikan, akhirnya kesaktian Pancasila tidak ada lagi,” jelasnya.

Upacara peringatan juga dirangkai dengan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba stand terbaik pada acara Irau Manutung Jukut dengan kriteria penilaian terdiri dari Pelayanan, Bersih dan Ramah serta Penyajian dan Variasi Makanan. Hadiah berupa uang tunai diserahkan oleh Bupati H. Muharram bersama wakil Bupati H. Agus Tamtomo didampingi Sekda Muhammad Gazali.

Comments are closed.