Ini Harapan Agus Tantomo ke DPRD Berau yang Baru

oleh -59 views
Agus Tantomo, Wakil Bupati Berau, memberikan ucapan selamat kepada pimpinan DPRD yang baru dilantik.

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Tiga pucuk pimpinan anggota DPRD Berau definitif, yakni Ketua Madri Pani dari Partai Nasdem, Wakil Ketua I Hj Sarifatul Sya’diah S.Pd M.Si dari Partai Golkar dan Wakil Ketua II Ir H Ahmad Rifai MM dari PPP dilantik, Jum’at (4/10) siang, di ruang utama DPPRD Berau, oleh Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, Imelda Herwati Dewi Prihatin SH MH.

Melalui sidang paripurna DPRD Berau, turut hadir Wakil Bupati Berau, H Agus Tantomo mewakili Pemerintah Daerah. Agus berharap anggota Dewan di bawah ketiga pimpinan ini semakin baik.

“Sebagaimana yang diatur dalam aturan yang berlaku, antara Pemerintah daerah, Anggota Dewan dan perangkat daerah harus saling membantu, saling mendukung dan saling mensuport satu sama yang lain,” ungkapnya.

Dikatakannya, jabatan anggota Dewan dengan pimpinan daerah adalah sejajar dan selaras. Tetapi bukan berarti apa – apa yang dilakukan Pemerintah Daerah dengan anggota Dewan itu sama.

Sebab, kata Agus, dalam aturan tersebut tentu ada batasan – batasannya, apa yang dilakukan Pemerintah Daerah, belum tentu bisa dilakukan oleh anggota Dewan. Begitu pula apa yang dilakukan anggota Dewan, belum tentu bisa dilakukan oleh Pemerintah Daerah.

“ Garis besarnya adalah, apa yang menjadi hak dan kewajiban antara Pemerinrah Daerah dan anggota Dewan tidak bisa saling campur tangan smua, ada batasan ranah eksekutif dan batasan ranah legislatif,” terangnya.

Tetapi meski demikian, kata Agus, hubungan antara eksekutif dan legislatif ini diharapkan tetap terjaga dengan baik, demi berjalannya roda pemerintahan dan pembangunan, untuk kepentingan masyarakat. Urainya.

Setelah pimpinan Dewan dilantik hari ini, pekerjaan sudah menanti depan mata, terutama pembahasan RAPBD tahun 2020 yang membutuhkan waktu, tenaga dan fikiran. Namun untuk memperlancar pembahasan tersebut, beberapa waktu lalu Pemerintah Daerah sudah menyerahkan KUA-PPAS.

Sehubungan dengan itu Agus juga mengungkapkan, bahwa tersiar kabar bahwa ada rencana pengurangan penerimaan APBD tahun 2020 mendatang, yakni royalti batubara yang 60 persen. Beberapa tahun sektor pendapatan diduga ada angka – angka yang tersembunyi, ada info dari pusat penerimaan perkiraan Rp 700 milyar atau 70 prsen.

“Nah jagan sampai target tidak sampai dan tidak sesuai dengan pengeluaran, ini tentu akan membuat KUA-PPAS berubah. Namun setelah ditelusuri, bahwa royalti tersebut sudah 100 persen, tidak ada lagi angka – angka yang tersembunyi lagi. Bahkan Berau sendiri sudah pernah mengalami devisit anggaran sekitar Rp 170 milyar. Namun alkhamdulillah sedikit demi sedikit kita mengalami pemulihan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap,” tutupnya.#mar/adv