Tidak Mendirikan Bangunan di Bantaran Sungai

oleh -66 views
Bangunan di tepi Sungai Segah, Berau.

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Seiring rencana Pemkab Berau melaui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan melanjutan penurapan bibir sungai Kelay, tepatnya di sepanjang Jalan Yos Sudarso hingga Jalan Pd Guna, Tanjung Redeb, Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM, menghimbau kepada DPUPR segera beri pemahaman pemilik bangunan dan masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di daerah bantaran sungai.

Hal ini disampaikan Muharram karena realita di lapangan makin menjamurnya bangunan milik warga yang berdiri di bantaran sungai tersebut, baik rumah pribadi maupun rumah kontrakan atau bangsalan. Menurutnya, ini selain melanggar aturan, lantaran masuk jalur hijau, bangunan di bantaran sungai ini dapat mengancam keselamatan warga sendiri, sebaba musibah tidak mengenal waktu dan tempat.

“Jika pembangunan terus dilakukan di bibir sungai, ini bisa mengancam keselamatan warga itu sendiri, sebab bisa jadi tiba – tiba terjadi abrasi sekala besar, bangunan yang ada disana ambruk . Dan disisi lain makin menjamurnya bangunan di bantaran sungai makin terlihat kumuh, dan rawan terjadi kebakaran ,” ungkapnya.

Selain itu dikatakan Muharran, setiap bangunan yang berdiri di dekat biir sungai diatur jaraknya. Namun, dia menyesalkan di sepanjang Jalan Yos Sudarso sampai Jalan PD Guna ini justru tak sedikit bangunan yang notabene berfungsi sebagai hunian pribadi maupun hunian bangsalan, yang notabene berdiri melewati bibir sungai.

“Aturannya tidak boleh membangun di pinggir sungai, artinya tidak boleh ada bangunan di sempadan sungai minimal 3 meter dari badan sungai, karena itu masuk jalur hijau dan harus bebas bangunan . Kalau kita lihat kondisi sekarang banyak bangunan yang langsung di atas sungai,” ujarnya.

Oleh sebab itu Muharram mengimbau kepada DPUPR sebelum melanjutkan proyek penurapan di bibir sungai ini, mengimbau kepada DPUPR memberikan pemahaman kepada pemilik bangunan, sekaligus melakukan sosialisasi, agar masyarakat paham terhadap aturan, dan paham rencana pembangunan yang dilakukan Pemerintah Daerah.

Selain itu Muharram juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan di bibir sungai, serta menjaga kelestarian aliran sungai. Karena sampah di sungai ini menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir ataupun genangan air di sejumlah ruas jalan di Kota Tanjung Redeb.

“Karena banyak dari masalah banjir ini juga disebabkan oleh tumpukan sampah rumah tangga. Karena itu mari kita jaga kelestarian aliran sungai,” pungkasnya. #mar/adv