BeritaKaltim.Co

Dinasti Politik di Kaltim, Sonny Sudiar: Konsekwensi Demokrasi

SAMARINDA, beritakaltim.co- Fenomena dinasti politik terjadi di Kalimantan Timur. Dulu, ada Isran Noor dan istri Noerbaety yang sama-sama nyemplung ke dunia politik. Sekarang ada “anak dan ibu” serta “suami-istri” memegang jabatan strategis di kabupaten dan kota.

Ketika Isran Noor Bupati Kutai Timur, istrinya yang anggota DPR RI didorong maju menjadi calon bupati Kutim. Begitu juga saat Isran menjadi gubernur, istrinya pun mencalonkan diri ke DPR RI dari PAN, walaupun akhirnya gagal.

Tak hanya Isran Noor yang berusaha membangun dinasti politik. Mantan Wali Kota Bontang Adi Darma, bahkan mendorong anak dan istrinya maju menjadi anggota DPRD Kaltim dan DPD RI. Dia sendiri pada Pileg 17 April 2019 mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar. Tapi, tiga-tiganya gagal karena tak cukup perolehan suara.

Keluarga yang cukup berhasil membangun dinasti politik adalah Siswadi, Ketua DPC PDI Perjuangan Samarinda. Pada Pileg yang lalu, dia maju kembali ke DPRD kota Samarinda dari Kecamatan Sambutan – Samarinda Kota dan berhasil, begitu juga anaknya yang didorong maju ke DPRD Kaltim dari Dapil Samarinda. Sementara istrinya untuk DPR RI, gagal.

Keluarga Mas’ud cukup mengejutkan lagi. Pada Pileg 2019, Rudi Mas’ud maju sebagai anggota DPR RI dan berhasil. Rudi menyusul saudaranya, yakni Rahmad Mas’ud yang sudah lebih dahulu terpilih sebagai Wakil Wali Kota Balikpapan mendampingi Rizal Effendi. Juga seorang adiknya, Abdul Gafur Mas’ud menjadi Bupati Penajam Paser Utara (PPU).

Di Samarinda, istri Wali Kota Syaharie Jaang juga lolos menjadi anggota DPRD Kaltim dari Partai Demokrat, yakni Puji Setyowati. Sementara yang cukup fenomenal terjadi di Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur.

Di Bontang, jabatan Wali Kota dan Ketua DPRD dipimpin oleh Ibu dan anak, yakni Neni Moerniaeni dan Andi Faisal. Keluarga ini juga pernah membuat rekor ketika jabatan Wali Kota Bontang dijabat Sofyan Hasdam dan Ketua DPRD dipegang istrinya, Neni Moerniaeni.

Mengikuti jejak keluarga Sofyan Hasdam – Neni Moerniaeni, suami-istri di Kutai Timur juga memegang jabatan strategis sebagai Bupati dan Ketua DPRD. Yaitu Bupati Ismunandar dan istrinya menjadi Ketua DPRD Kutim, Encek UR Firgasih. Salah seorang anak perempuannya juga menjadi anggota DPRD Kaltim.

Fenomena dinasti politik ini, di mata Pengamat Politik dari Universitas Mulawarman Samarinda, Kalimantan Timur, Sonny Sudiar, merupakan fenomena alamiah yang terbentuk dengan sendirinya. Hal itu pasti terjadi, ketika salah satu hubungan keluarga yang memiliki jabatan penting baik di eksekutif maupun di legislatif mampu menyeret hubungan keluarga yang lain.

“Ini sudah konsekwensi. Bukan rahasia umum,” ujar Sonny saat dikonfirmasi oleh beritakaltim via Whatshap, baru-baru ini (11/10/19).

Dia mengamati, terbentuknya dinasti politik dengan pola yang sama. Yakni saat ada keluarga duduk sebagai bupati atau gubernur, hubungan keluarga dari istri atau suami, anak, keponakan, hingga hubungan darah lain akan berkecimpung di dunia yang sama.

“Hal itu tak bisa dihindari dalam sistem demokrasi, karena setiap warga negara memiliki hak yang sama,” ujarnya.

Kenapa itu terjadi, kata Sonny, karena di masyarakat ada pola pikir yang terbentuk terhadap orang yang memiliki hubungan keluarga dengan pejabat adalah orang yang memiliki kemampuan finansial, kualitas yang mumpuni, hingga keunggulan-keunggulan lainnya.

“Padahal kan belum tentu begitu,” katanya. Karena pola pikir itu pula yang membuat para keluarga pejabat ini dipilih dan terpilih oleh konstituen yang sama para pendukung keluarga itu.

Untuk itu, kata dia masyarakat perlu memahami secara baik. Masyarakat perlu kritis atas setiap persoalan yang berkembang sehingga tidak terjebak dalam janji manis politik.

“Masyarakat harus menguatkan fungsi kontrol, termasuk media,” ungkap Sonny.

Tapi, terlepas dari semua itu, Sonny berharap jabatan yang dipegang oleh siapa pun baik di eksekutif maupun di legislatif harus dijalankan secara profesional.

“Harus melepas semua hubungan keluarga karena mereka telah dipilih rakyat,” tutup nya. #

Wartawan: Heriman
Editor: les@beritakaltim.co

Comments are closed.