BeritaKaltim.Co

Kampung Sukan Tengah di Berau, Miniatur Indonesia

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Meski Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau yang dulu sebagai kampung yang sangat tertinggal, kini berubah drastis menjadi seratus delapan derajat. Kampung yang dihuni 20 suku ini, berkembang pesat dan disebut sebagai miniatur Indonesia lantaran keberagaman agama dan suku ada di sana.

“ Hal ini terjadi, kami meskipun berbeda suku dan agama, tetapi kami selalu kompak membangun Kampung Sukan ini. Dua puluh suku yang kami maksud, dimana masing – masing daerah seperti Flores didalamnya terdiri beberapa suku, kemudian ada NTB juga di dalamnya terdiri ada beberapa suku, termasuk Banjar, NTB, Bugis, Makssar, Lombok serta daerah lainnya,” ujar Kepala kampung Sukan Tengah, Binyamin saat pembukaan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke – XVI, Rabu (23/10) , di halaman kantor kepala kampung Sukan Tengah.

Pencanangan BBGRM tersebut dibuka Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM, dan dihadiri Setkab Berau, Ir M Gazali MM, Forkopimda, kepala OPD, para camat, Ketua TP PKK Berau, Sri Juniarsih Muharram dan Wakil Ketua TP PKK, Fika Yuliana Tantomo bersama jajaran pengurus organisasi wanita Kabupaten Berau, para kepala kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga setempat.

Oleh sebab itu Binyamin merasa bangga atas pencanangan BBGRM ini, karena sejalan dengan visi misi kampung yang dipimpinnya, semangat gotong royong warganya sangat luar biasa, meski didalamnya terdiri dari berbagai suku. “Alkhamdulillah sejak saya dilantik dua tahun yang lalu, kami mebuat suatu program bagaimana gotong royong di Sukan Tengah ini terus digalakkan,” terangnya.

Melalui pencanangan BBGRM ini pula Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM berharap acara ini menjadi motivasi semakin besar dalam rangka memaksimalkan pembangunan Kabupaten Berau dengan melibatkan peran masyarakat secara menyeluruh.

“ Jadi seluruh masyarakat harus benar – benar menggerakkan gotong royong. Tidak hanya saat acara seremonial, namun harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan di seluruh wilayah Kabupaten Berau, termasuk Kampung Sukan Tengah,” ujarnya .

Gerakan gotong royong hingga ke tingkat kampung yang telah dicanangkan sejak beberapa tahun lalu dan diharapkan dapat terus berlanjut. “Jadi jangan stop hanya sampai acara seremonial. Namun harus disertai tindaklanjut seiring dengan pencanangan ini dan digerakkan ke seluruh kampung,” ungkapnya.

Karena peran serta masyarakat dalam berbagai kegiatan sangat diperlukan untuk mendorong daerah ini semakin maju. “Sejak zaman dahulu gotong royong secara ikhlas dan tulus telah ditanamkan para pendahulu, dan ini masih relevan terus dilaksanakan dan harus terus ditanamkan kepada generasi saat ini,” ujarnya.

Jika seluruh masyarakat dan aparatur bergotong-royong mengambil bagian, maka akan tercapai apa yang ingin diwujudkan. “Semangat bergotong royong jangan sampai hanya masyarakat biasa dimaksimalkan. Namun seluruh aparatur harus bersama-sama menggerakkan semangat gotong royong,” pintanya.

Untuk itu Muharram kembali mempertegas, agar jajaran aparatur sipil negara (ASN) untuk turut berperan aktif dalam gerakan gotong royong. Bahkan Muharram memberikan warning kepada camat maupun lurah yang kurang serius menindaklanjuti program gotong royong ini. “ Terus terang saja, sejauh ini masih ada jajaran kecamatan maupun kampung yang belum serius melaksanakan gotong royong. Padahal, seharusnya merekalah yang harus memberikan contoh kepada masyarakat, agar semangat gotong royong terus terbangun ditengah masyarakat,” tandasnya. #

Comments are closed.