Minyak Gosok Asli Samarinda Ini Berusia Lebih 100 Tahun

oleh -393 views
Kepala Dinas Perindustrian Kota Samarinda HM Faisal mengunjungi home industri minyak gosok buatan asli warga Kota Samarinda yang usianya lebih 100 tahun.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Adalah Aunur Rofiq Alhasani sebagai generasi ke empat pembuat minyak gosok legenda cap Banteng yang telah berusia seratus tahunan di produksi di Samarinda Seberang, kemarin (24/10) kami datang mengunjungi rumahnya sekaligus sebagai wadah home industri ini,

“Ada rasa bangga juga mengunjungi home industri minyak gosok atau minyak urut legend di Samarinda Seberang ini, karena secara turun temurun mereka telah berhasil menjaga eksistensinya,” kata Muhammad Faisal kepada awak media ketika berkunjung disana berhadapan dengan istri pak Aunur.

Memang tidak mudah mereka bertahan di era sekarang menghadapi produksi minyak urut dan minyak gosok modern, dengan rata-rata penjualan 25 lusin sebulan membuat produk ini menjadi “hidup malas mati enggan”

“Salah satu penyebab memang karena pemasaran yang masih konvensional dan gempuran produk sejenis yang lebih modern dengan sentuhan kekinian,” lanjut Faisal yang juga diakui oleh ibu dan anak perempuan dari pemilik.

Namun anak perumpuannya sebagai generasi kelima sudah mulai menggunakan sentuhan digital marketing dengan memasukan promosi dan penjualan melalui e-commerce dan media sosial,

“Bahkan sudah pula membuat kemasan plastik yang lebih besar dengan kapasitas 100 ml, kemudian
botol dan label juga berbeda dengan aslinya dengan lebih kekinian. Tetapi produk dengan kemasan lama sebagai ciri khas tetap dipertahankan,” Faisal menjelaskan.

Komposisi minyak gosok cap Banteng dari bahan alam seperti cengkeh, serai, lengkuas, pala dan bahan lainnya. Bahan-bahan itu  setelah dibersihkan direbus dan ditumbuk, lalu dimasak di wajan besar dengan minyak kelapa sampai kering. Kemudian dicampur dengan minyak kayu putih dan minyak serai.

Lantas disaring sebanyak tiga kali hingga benar-benar tanpa ampas, hasil saringan inilah yang dimasukan ke dalam botol 20 cc, 60 cc dan 100 cc untuk kemudian dijual.

“Tentu saja produk ini layak untuk dibantu dan dibina hingga bisa eksis kembali seperti di zaman keemasannya, orang tua kita yang ingin bernostalgia dengan minyak ini tenang saja masih ada dipasaran lokal Samarinda atau yang muda ingin coba? “ Faisal berpromosi sambil mengakhiri pertemuan. #