SAMARINDA, beritakaltim.co- Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK memahami bagaimana sulitnya pemerintah memperbaiki persoalan jalan-jalan yang rusak, sementara anggaran tidak tersedia karena sudah diplot ke pos masing-masing. Untuk itu, dia akan mengajak pemerintah bersama-sama DPRD merumuskan agar ada jalan keluar.
Perlu adanya solusi itu muncul setelah Makmur HAPK menginspeksi jalan darat yang menghubungkan Kabupaten Kutai Timur dengan Kabupaten Berau. Sebagai anggota legislatif dari Daerah Pemilihan Berau, Kutim dan Bontang, dia merasakan adanya kerusakan jalan vital yang sangat mengganggu pengendara.
Jalan yang agak parah, menurutnya antara Kecamatan Sambaliung, Tabalar, Biatan, Talisayan, hingga Batu Putih di Kabupaten Berau. Dari sekitar 152 kilometer bentangan jalan provinsi itu, dia menghitung sekitar 60 persen rusak. Mulai dari yang terkelupas aspal jalannya, sampai yang penuh lubang dan berbahaya bagi pengendara.
Menurut Makmur, jika dalam tempo waktu 3 bulan tidak ada langkah dari pemerintah memperbaikinya, dia merasa yakin kerusakannya bakal tambah parah. Apalagi jika kemudian sering turun hujan.
“Saya langsung koordinasi dengan instansi terkait seperti dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat kaltim. Bagaimana solusi perbaikan jalan jika menemukan ada jalan yang vital seperti ini mengalami kerusakan. Jangan tunggu APBD, harus ada stok anggaran untuk hal seperti ini,” cerita Makmur kepada Wartawan, baru-baru ini.
Dari pengalaman itu, instansi terkait seperti Dinas PUPR dan UPTD Pekerjaan Umum Wilayah III Kaltim, bisa mengubah sistim penganggarannya untuk hal seperti itu. Apakah mekanismenya disiapkan di anggaran PUPR pusat atau APBN atau di APBD Kaltim.
“Kerusakan jalan tidak bisa menunggu satu tahun anggaran baru diperbaiki. Bisa tambah hancur dan rusak parah jalan itu. Masyarakat akhirnya dirugikan,” ujar mantan Bupati Berau dua periode ini.
Diakuinya, kerusakan jalan antar kabupaten di Kaltim, banyak terjadi lantaran angkutan alat berat dan pengangkut komoditi batu bara dan kelapa sawit. Dia juga menerima laporan kalau pengangkutan batu bara menggunakan jalan umum, terutama pada malam hari.
Menghadapi situasi seperti itu, dia berharap pemerintah bersikap tegas. #
Wartawan: rukiah
Editor: les
Comments are closed.