SAMARINDA, beritakaltim.co- Setahun beroperasi sejak diresmikan Presiden Joko Widodo, Bandara APT Pranoto mulai menghadapi masalah-masalah yang perlu penanganan serius. Selain pernah mengalami masalah soal landasan pacu yang terkelupas, ternyata konsumen berhadapan dengan banyak lalat.
Seorang warga yang menunggu penerbangan ke Jakarta, Fachrian Nur menceritakan, persoalan lalat ini kelihatan kecil. Tapi sebenarnya ini membuat citra bandara jadi jatuh.
“Seolah Kota Samarinda ini jadi kota lalat. Sebab bandara ini kan pintu gerbang tamu-tamu dari seluruh penjuru dunia,” ujar Fachrian yang juga Sekretaris GPRKT (Gerakan Perjuangan Rakyat Kalimantan Timur) kepada beritakaltim, Senin (28/10/2019).
Fachrian mengaku merasakan langsung gangguan lalat itu ketika dia menunggu disebuah kantin di dekat bandara. Penjual di kantin tersebut mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung lama, namun sulit untuk menghalau ‘serangan’ lalat.
Dari keterangan pedagang di kantin dan staf Bandara APT Pranoto diketahui, ternyata lalat itu berasal dari kandang ayam komersil yang banyak di sekitar itu. Para pengusaha ayam telur dan ternak di kawasan itu sudah lama beroperasi, bahkan sebelum ada Bandara.
“Jadi, memang bandara ini dikepung oleh kandang ayam skala besar,” tutur Facrian.
Lantaran itu, menurutnya, Pemerintah Kota Samarinda, perlu mencari solusi agar persoalan lalat ini teratasi. “Saya kira ada jalan keluarnya. Kita tunggu saja pemerintah berbuat,” ujarnya. #
Wartawan: les
Comments are closed.